Samarinda. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memperkuat upaya keselamatan pelayaran dengan memfokuskan pembinaan kepada nelayan tradisional dan operator kapal kecil. Kelompok ini dinilai paling rentan mengalami kecelakaan laut akibat tingginya mobilitas di perairan yang belum diimbangi dengan penerapan standar keselamatan yang memadai.
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kemenhub RI, Hendri Ginting, mengatakan nelayan tradisional memiliki peran penting dalam aktivitas maritim lokal. Namun, masih banyak kapal nelayan yang beroperasi tanpa kelengkapan keselamatan yang sesuai ketentuan.
Berdasarkan data sementara KPLP, sekitar 200 kapal nelayan telah terdata, sementara sekitar 1.500 kapal lainnya masih dalam proses verifikasi. Selain kapal nelayan, pengawasan juga diperketat terhadap kapal berukuran besar yang dilaporkan kerap menghindari pemeriksaan keselamatan pelayaran.
“Kemenhub menargetkan pembenahan data kapal serta peningkatan pembinaan keselamatan dapat rampung sebelum Januari 2026, seiring dengan penguatan program keselamatan angkutan sungai, danau, dan laut,” ujar Hendri.
Pembinaan keselamatan yang dilakukan meliputi kewajiban penggunaan alat keselamatan, pemahaman prosedur pelayaran yang benar, serta edukasi terkait keamanan saat berlayar. Dalam kegiatan tersebut, KPLP juga menyerahkan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 mil kepada nelayan dan awak kapal yang beroperasi hingga 60 mil dari garis pantai.
Selain itu, sebanyak 1.599 dokumen Pas Kecil diberikan kepada kapal berukuran di bawah tujuh gross ton sebagai legalitas dan identitas resmi kapal kecil. KPLP juga membagikan 945 unit life jacket kepada nelayan serta memberikan penghargaan kepada nakhoda dan operator kapal yang dinilai konsisten dalam menjaga standar keselamatan pelayaran.
Kampanye keselamatan pelayaran ini turut dirangkaikan dengan aksi kemanusiaan berupa penggalangan bantuan bagi korban bencana di wilayah Sumatera dan Aceh. Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai sebesar Rp570 juta serta 161 dus kebutuhan pokok hasil kolaborasi insan maritim dan para pemangku kepentingan.



