Bontang. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan Pernikahan Dini serta Pembahasan Isu Permasalahan dan Perilaku Hidup Remaja Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium 3D Kota Bontang, Senin (22/12/2025) pagi.
Rapat koordinasi tersebut digelar sebagai upaya memperkuat sinergi antar perangkat daerah, satuan pendidikan, organisasi kepemudaan, serta berbagai stakeholder terkait. Langkah ini dilakukan untuk menekan angka pernikahan usia dini sekaligus mencegah berbagai perilaku berisiko di kalangan remaja.
Kepala DP3AKB Kota Bontang, Eddy Forestwanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam pencegahan pernikahan dini dan penanganan berbagai permasalahan remaja. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, pendampingan, serta penguatan peran keluarga.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap angka pernikahan dini di Kota Bontang dapat terus ditekan, sehingga remaja dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam upaya perlindungan remaja. Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang remaja. Ia berharap rapat koordinasi ini dapat memberikan dampak positif dalam menurunkan angka pernikahan dini serta mewujudkan remaja Kota Bontang yang sehat dan berkarakter.
“Upaya pencegahan pernikahan dini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, hingga masyarakat. Saya berharap kegiatan ini benar-benar memberikan dampak positif bagi remaja Kota Bontang,” ujarnya.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan dapat terwujud generasi remaja yang sehat, berkarakter, dan memiliki daya saing di masa mendatang.



