Bontang. Kota Bontang kian mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Kalimantan Timur. Menjelang akhir tahun 2025, kunjungan wisatawan dari luar daerah melonjak tajam hingga membuat penginapan dan hotel di berbagai kawasan kota Bontang penuh terpesan. Kondisi tersebut menjadi indikator nyata meningkatnya daya tarik pariwisata Bontang selama momentum libur Natal dan Tahun Baru.
Ketua Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Bontang, I Gede Astriawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dan diskusi dengan para pemilik usaha penginapan dan perhotelan, okupansi kamar mengalami peningkatan tajam dalam sepekan terakhir.
“Pesanan paket wisata dan trip online yang kami jual sangat ramai. Penginapan dan jasa transportasi lokal juga penuh,” ujar I Gede Astriawan, Kamis (26/12/2025).
Menurutnya, banyak wisatawan yang sengaja memilih Kota Bontang sebagai destinasi liburan sekaligus untuk menyambut pergantian tahun. Hal ini diperkuat dengan maraknya penyelenggaraan berbagai event akhir tahun serta penawaran paket wisata menarik yang dipromosikan secara masif melalui media sosial dan kanal informasi digital oleh para pelaku wisata.
Ia menyebutkan, berdasarkan laporan Pokdarwis Bontang Kuala (BK), jumlah kunjungan wisatawan mencapai 20.000 orang, khususnya ke destinasi Bontang Kuala. Sementara itu, kawasan wisata unggulan seperti Loktuan dan Tanjung Laut mencatat rata-rata kunjungan sekitar 500 orang per hari.
“Data 20.000 itu merupakan data kunjungan ke destinasi Bontang Kuala Mas, sumber datanya dari Ketua Pokdarwis BK, Ibu Halimah,” jelasnya.

“Kondisi ini tidak lepas dari peran teman-teman pelaku wisata yang aktif mempromosikan paket wisata mereka. Mulai dari homestay, guest house, hotel, hingga wisatawan yang menginap di rumah saudara, semuanya berkontribusi terhadap ramainya Bontang,” tambahnya.
Ia menjelaskan, wisatawan cenderung memilih penginapan berbasis masyarakat atau setara homestay karena dinilai lebih cocok untuk liburan bersama keluarga. Dengan karakter wilayah Bontang yang terdiri dari 70 persen lautan dan 30 persen daratan, pengembangan wisata pesisir dan bahari menjadi fokus utama daya tarik wisata kota ini.
Forum Pokdarwis Kota Bontang juga mengimbau seluruh pelaku wisata dan wisatawan untuk tetap menerapkan konsep Sapta Pesona serta mengedepankan standar operasional prosedur (SOP) keamanan.
“Kami mengingatkan agar semua pihak, baik wisatawan maupun pelaku wisata, tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Lonjakan kunjungan wisatawan ini menjadi indikator positif kebangkitan sektor pariwisata Kota Bontang. Selain menggerakkan sektor akomodasi dan transportasi, dampaknya juga dirasakan oleh pelaku usaha kuliner, UMKM, dan penjual cenderamata. Diharapkan tren positif ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Bontang ke depan.



