Bontang. Pemerintah Kota Bontang menggelar Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026 di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Kamis (30/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Neni Moerniaeni.
Dalam arahannya, Wali Kota Neni Moerniaeni merespons langsung sejumlah tuntutan yang disampaikan perwakilan anak-anak Kota Bontang, di antaranya mengenai penanganan ekspresi gender di sekolah, penciptaan ruang publik yang aman, hingga pencegahan perundungan (bullying).
Pemerintah Kota Bontang memastikan penanganan isu sosial dan perlindungan karakter anak terus diperkuat melalui kerja sama antara DP3AKB, Dinas Pendidikan, dan tim psikolog.
“Lebih baik kita mencegah dengan berbagai tahapan. Masalah moral dan perundungan ini harus diselesaikan bukan sekadar karena ada CCTV, melainkan dari kesadaran hati anak-anak untuk saling menghormati,” ujarnya.
Selain isu karakter dan perundungan, Pemkot Bontang juga menegaskan komitmen penataan ruang publik melalui program penerangan jalan umum (PJU) yang dialokasikan dalam APBD murni. Pemkot turut memastikan cakupan jaminan kesehatan bagi masyarakat rentan tetap berada pada tingkat Universal Health Coverage (UHC) 100% dengan menggandeng pihak perusahaan daerah.
Di bidang pendidikan dan perlindungan anak, Pemkot Bontang tetap menggratiskan perlengkapan sekolah serta mengimbau anak-anak untuk menjauhi bahaya narkoba, merokok, seks bebas, dan perilaku pacaran di usia sekolah.
Peringatan HAN Ke-42 ini ditutup dengan ajakan Wali Kota kepada seluruh elemen masyarakat, orang tua, dan kader untuk berkolaborasi membentuk sumber daya manusia yang berdaya saing secara intelektual, spiritual, dan moral menuju Indonesia Emas 2045.



