Samarinda. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus menggenjot percepatan pembangunan Jaringan Gas Rumah Tangga (Jargas) di sejumlah kelurahan. Program strategis ini dihadirkan sebagai upaya konkret pemerintah dalam memperluas akses energi gas bumi yang aman, handal, serta terjangkau bagi ribuan sambungan rumah tangga di Kota Tepian.
Jaringan gas rumah tangga sendiri merupakan sistem infrastruktur pipa bawah tanah yang mengalirkan gas bumi secara langsung ke rumah-rumah warga maupun pelanggan kecil. Menggunakan sistem perpipaan yang menyerupai aliran air PAM atau listrik, pasokan energi ini dapat dinikmati secara terus-menerus tanpa perlu khawatir kehabisan secara mendadak seperti halnya tabung gas konvensional.
Proyek pembangunan Jargas di Kota Samarinda ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan alokasi sebanyak 7.616 sambungan rumah. Plt. Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Idfi Septiani, mengungkapkan bahwa program ini sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun 2018 lalu dan kembali diluncurkan pada tahun 2025 ini untuk memperluas jangkauannya.
“Program ini tentu sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari dengan lebih efisien,” ujar Idfi Septiani.
Antusiasme tinggi turut dirasakan oleh masyarakat setempat. Salah seorang warga Kota Samarinda, Dini, menyambut baik langkah cepat Pemkot Samarinda dalam merealisasikan program infrastruktur gas rumah tangga ini. Ia berharap agar jaringan gas tersebut nantinya dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di Kota Samarinda.
“Kami sangat menyambut baik program ini. Harapannya, infrastruktur gas rumah tangga ini ke depan bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di Samarinda,” ungkap Dini.
Melalui percepatan pembangunan Jargas ini, Pemkot Samarinda berharap masyarakat dapat merasakan kemudahan serta efisiensi energi yang lebih baik. Pasokan gas bumi yang mengalir langsung ke rumah warga diharapkan mampu menjadi solusi energi rumah tangga yang praktis, aman, dan berkelanjutan.



