Bapenda Etam: Solusi Praktis Bayar Pajak Daerah Kapan Saja dan di Mana Saja

Bontang. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang terus mempermudah pelayanan perpajakan daerah melalui inovasi digital Bapenda Etam. Aplikasi berbasis Android tersebut kini mempermudah masyarakat dalam melapor hingga membayar berbagai jenis pajak daerah cukup dari ponsel.

Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati, menjelaskan bahwa Bapenda Etam dikembangkan secara mandiri oleh tim internal Bapenda sebagai bagian dari percepatan elektronifikasi transaksi keuangan daerah.

“Bapenda Etam ini hadir sebagai sarana bagi wajib pajak untuk pelaporan hingga pembayaran secara digital,” ujar Natalia saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/9/2026).

Awalnya, aplikasi yang dibangun pada 2023 ini hanya memuat fitur pelaporan pajak Pajak Barang dan Jasa Pertentu (PBJT), seperti pajak restoran (makan-minum) dan perhotelan. Namun, seiring integrasi sistem pembayaran hingga 2026, cakupan layanannya diperluas hingga ke transaksi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hiburan, serta parkir.

Melalui Bapenda Etam, masyarakat kini tidak perlu lagi meluangkan waktu untuk datang langsung ke kantor pelayanan Bapenda. Proses pengecekan hingga pembayaran pajak daerah dapat diselesaikan dengan cepat dan praktis melalui aplikasi ponsel Android yang diunduh via Google Play Store. Konsep aplikasi ini sengaja dipilih agar wajib pajak dapat langsung mengakses layanan tanpa perlu membuka peramban web, sehingga menjadi solusi fleksibel saat warga berhalangan hadir, termasuk dalam kondisi darurat seperti bencana alam.

Kemudahan tersebut salah satunya dirasakan pada pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sudah terintegrasi dengan sistem pembayaran instan via QRIS. Wajib pajak cukup memasukkan Nomor Objek Pajak (NOP) ke dalam aplikasi, lalu sistem secara otomatis akan menampilkan rincian tagihan beserta kode QRIS sesuai nominal yang harus dibayar untuk langsung diproses.

Bapenda Bontang berencana untuk terus menguji coba dan mengembangkan integrasi Bapenda Etam, termasuk potensi pengembangan versi situs web di masa mendatang guna melengkapi aksesibilitas layanan.