Uncategorized  

Akui Sejumlah Kekurangan, Panitia Dandim Cup 2016 Minta Maaf

Bontang. Meski dinilai sukses dalam pelaksanaannya, turnamen Dandim Cup 2016 yang mempertemukan berbagai kesebelasan sepakbola di Kota Bontang, diakui panitia pelaksana masih memiliki kekurangan. Salah satunya kondusifitas pertandingan yang sempat ramai jadi perbincangan masyarakat. Dimana terjadi keributan pada beberapa turnamen.

Diakui Ketua Pelaksana Dandim Cup 2016 Andi Amri, hal ini akan menjadi bahan evaluasi pihak panitia, agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang dimasa mendatang. Sehingga pelaksanaan turnamen bisa berjalan lancar tanpa masalah.

“Kami atas nama panitia meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan selama berjalannya turnamen iniDandim Cup 2016. Ini akan menjadi evaluasi kita bersama. Dandim Cup kami gagas untuk mewadahi para pecinta sepakbola di Kota Taman yang selama ini ditunggu masyarakat,” ungkapnya sat Konferensi Pers di Media Center Kodim 0908 Bontang, Rabu 21 Desember 2016.

Sementara itu, mewakili Komandan Kodim 0908 Bontang, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0908 Mushanif, mengatakankehadiran turnamen dandim cup mampu memberikan hiburan dan tontonan menarik bagi masyarakat. Hal tersebut terlihat dari ramainya tingkat kehadiran masyarakat yang datang pada tiap pertandingan.

Bahkan disambut antusias oleh berbagai club sebak bola di Kota Bontang, dibuktikan dari banyaknya club yang mendaftar, dan melebihi dari target panitia.

“Maka dari itu, masih banyaknya kekurangan yang terjadi akan menjadi evaluasi bagi panitia. Harapannya, kedepan tidak ada lagi permasalahan sepert ini terjadi. Dan, pertandingan berjalan sportif dari awal hingga akhir,” paparnya.

Sebelumnya, pada babak semi final Dandim Cup 2016 yang mempertemukan PS IPLB dengan PS Rudal, terjadi keributan yang berujung dengan mundurnya IPLB dari turnamen. Begitupun saat pertandingan antara PS Rudal vs PS Kawan Faiz, dimana Kawan Faiz juga menyatakan mundur pada menit ke-50, menyusul protes yang dilakukan pemain PS Rudal kepada wasit yang dinilai berlebihan. (*)

 

Laporan: Mansur