Uncategorized  

Latihan Internal Drill Akhiri ISPS Code Pupuk Kaltim

Bontang. Setelah berlangsung pada Senin 13 Maret 2017 lalu, latihan gabungan drill dan Exercise Internasional Ship and Part Facility Code Security (ISPS Code) yang dilaksanakan PT Pupuk Kaltim, anak perusahaan dan join venture company, diakhiri dengan latihan internal drill kepada petugas security pelabuhan. Rabu 15 Maret 2017.

Melalui latihan internal drill ini, merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kemanan kapal – kapal yang sandar di pelabuhan khusus PKT.

Dikatakan General Manajer Umum Pupuk Kaltim Nursahid, latihan internal drill merupakan persyaratan utama yang harus dilaksanakan, dengan tujuan memenuhi implementasi ISPS Code terminal khusus (Tersus) PKT.

Selain itu, latihan tersebut pun untuk memenuhi persyaratan atas persetujuan ISPS Code, bahwa perusahaan diharuskan memelihara tingkat keamanan yang dilakukan secara periodik dan berkesinambungan.

“Kegiatan ini diupayakan menjamin keamanan kapal yang mengangkut hasil produksi pupuk kaltim dan JVC, serta kapal yang mengangkut bahan baku dan barang penunjang produksi. Terutama bagi kapal dengan bendera asing yang keluar masuk Tersus Pupuk Kaltim yang berstandar internasional,” ungkap Nursahid.

Selanjutnya, hasil dari latihan drill kata Nursahid, akan dilaporkan kepada Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, untuk disampaikan kepada International Maritim Organization (IMO).

“Nanti IMO akan menyebarkan hasil ini pada kapal asing yang akan menggunakan Tersus Pupuk Kaltim yang sejak 2004 lalu telah membuktikan kesiagaan PFSO (Port Facility Security Officer) dan tersus dalam kondisi yang aman,” tambahnya.

Sementara konsultan drill and exercise ISPS Code dari PT Don Pro Wasri, menyampaikan latihan kali ini merupakan hal wajib yang harus dilaksanakan pelabuhan yang telah menerapkan ISPS Code. Dimana latihan drill PFSO wajib melibatkan security yang bertugas dilapangan.

“Hal ini mengingat drill merupakan kegiatan yang berhubungan dengan tugas harian security yang wajib untuk dicatat,” ujarnya.(*)

 

Laporan: Sary & Aris