Bontang. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), hingga April 2017 jumlah penduduk Kota Bontang telah mencapai angka 180.863 jiwa. Jumlah ini diklaim jauh lebih besar dibanding tahun 2015 dan 2016 lalu, yang hanya mencapai 164.258 jiwa hingga 167.094 jiwa.
Data tersebut diungkap dalam rapat kerja antara komisi 1 Dprd bersama Disdukcapil Bontang, Selasa 2 Mei 2017.
Dikatakan Kepala Bidang Pendaftaran dan Pendataan Penduduk Disdukcapil Bontang Eka Dedi Anshariddin, meski jumlah penduduk yang keluar dari Bontang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk pendatang pada 2016 lalu, namun hal tersebut tidak terlalu berdampak signifikan. Menurutnya, tahun 2016 tingkat kedatangan penduduk ke Bontang mencapai 6.000 jiwa lebih, sedangkan yang keluar mencapai 8.000 lebih dengan beragam alasan.
“Salah satunya dikarenakan faktor ekonomi, dan masa kerja yang tak diperpanjang. Sehingga masyarakat lebih memilih mencari pekerjaan ke daerah lain,” ujarnya saat ditemui usai rapat di gedung DPRD Bontang.
Namun demikian, ditambahkan Eka Dedi, banyaknya penduduk yang meninggalkan Bontang dibanding tingkat kedatangan baru terjadi pada tahun 2016. Dimana sebelumnya, justru penduduk pendatang jauh lebih besar setiap tahunnya.
“Kondisi ini baru terjadi sejak 2016 lalu, dan angka paling tinggi perpindahan penduduk ada di Bontang Utara,” ucapnya.
Sementara, Komisi 1 Dprd Bontang meminta Disdukcapil untuk lebih hati-hati mengeluarkan data kependudukan. Mengingat informasi tingginya angka masyarakat yang meninggalkan Bontang akhir 2016 lalu, dikhawatirkan berdampak pada timbulnya persepsi masyarakat luar akan kondisi perekonomian daerah, yang jelas akan merugikan. Sebab, bisa saja ada anggapan Bontang sudah tidak memiliki harapan.
“Meski tidak dipungkiri kondisi perekonomian yang saat ini kurang baik, tak lantas diartikan Bontang tak lagi memiliki harapan hidup. Banyaknya proyek besar yang akan dibangun seperti NPK cluster dan Kilang akan mampu mengembalikan perekonomian daerah menjadi normal,” terang Ketua Komisi 1 DPRD Bontang Agus Haris.(*)
Laporan: Sary & Aris
