Bontang. Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) launching Klinik Sejati, sebagai rujukan bagi rumah sakit untuk menerima pasien dengan gangguan jiwa akibat penyalahgunaan narkotika. Launching dilaksanakan di Puskesmas Kelurahan Kanaan Bontang Barat, Rabu 3 Mei 2017.
Selain launching klinik, pemerintah turut melantik dan mengukuhkan tim siap antar jaga sehat jiwa dan anti napza (Siaga Sejati), serta ikrar kota bebas pasung 2019.
Diungkapkan Kepala Dinkes KB Bontang Indriati As’ad, berdirinya Klinik Sejati didasari dari banyaknya masyarakat yang mengalami gangguan jiwa, terutama akibat kasus penyalahgunaan narkotika.
Bahkan dari data tahun 2016, terdapat sebanyak 174 orang yang mengalami gangguan jiwa akibat narkotika, dan telah dirujuk ke layanan kesehatan lainnya.
“Namun dari akumulasi tahun-tahun sebelumnya, dinas kesehatan mendata sebanyak 4.655 orang yang mengalami gangguan jiwa ringan, sedang, hingga berat,” ujarnya.
Sementara Walikota Neni Moerniaeni dalam sambutannya berharap, keberadaan klinik sejati dapat turut didukung melalui peran serta seluruh pihak. Terutama tokoh agama dan masyarakat, guna memberikan pencerahan kepada masyarakat dan generasi muda akan bahaya narkotika.
“Disinilah peran mubaligh, pendeta, dan tokoh agama lainnya serta masyarakat untuk berperan serta mengantisipasi peredaran dan penggunaan narkoba. Sehingga generasi muda tidak terus terjebak dengan barang haram tersebut,” terangnya. (*)
Laporan: Faisal
