Bontang. Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang tengah lakukan sejumlah persiapan menghadapi arus mudik lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah, terhitung 15 hari sebelum lebaran.
Guna memaksimalkan kelancaran arus mudik, Dishub turut menggandeng Kepolisian, baik dalam hal penanganan arus lalu lintas maupun penyediaan sejumlah posko pengamanan mudik lebaran. Selain itu Dishub juga turut melakukan pemantauan pengendalian tarif, penyiapan armada cadangan, hingga penambahan jadwal pelayanan seluruh moda transportasi.
“Kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, untuk membantu pengamanan guna kelancaran para pengguna jalan selama arus mudik lebaran. Termasuk pengamanan dan pemantauan angkutan mudik laut,” ujar Kepala Dishub Bontang Sukardi, dalam rapat kerja bersama Komisi III DPRD, Selasa 6 Juni 2017.
Senada Kepala Bidang Perhubungan Laut Dishub Bontang Sjafruddin, menyampaikan kesiagaan arus mudik dilakukan sejak H-15 hingga H+15 untuk angkutan laut, sedangkan angkutan darat terhitung sejak H-7 hingga H+7 lebaran.
“Kami juga akan siagakan 34 personil gabungan untuk siaga arus angkutan lautm” ucapnya.
Sedang untuk angkutan kapal arus mudik, Dishub memastikan akan ada tujuh kali pemberangkatan. Diantaranya jadwal keberangkatan Kapal Binaiya pada tanggal 8 dan 16 Juni 2017. Dan Kapal Queen Soya dijadwalkan tiga kali sandar, diantaranya tanggal 8, 15, dan 22 Juni 2017.
“Sementara untuk kapal rute Bontang-Mamuju memiliki jadwal keberangkatan dua kali, yakni tanggal 11 dan 18 Juni 2017,” tambah Sjafruddin. (*)
Laporan: Sary & Aris
