Bontang. Kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan khususnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang mengalami penurunan selama masa pandemi COVID-19.
Selain karena masyarakat yang enggan memeriksakan diri lantaran takut tertular COVID-19, banyaknya Sumber Daya Manusia (SDM) di RSUD Taman Husada yang dialihkan untuk fokus menangani pasien COVID-19 juga menjadi salah satu penyebabnya.
Menurut Pelaksana Harian (Plh) Wakil Direktur Pelayanan RSUD Taman Husada Bontang dr. Niken Titisurianggi, selama pandemi COVID-19 melada Bontang, tidak tanggung-tanggung, penurunan jumlah kunjungan ke RSUD pun mencapai 50% dari hari-hari sebelum adanya pandemi COVID-19.
Dikatakan dr. Niken, pihaknya untuk membatasi layanan kesehatan khususnya di poli-poli klinik. Hal tersebut dilakukan juga untuk mencegah adanya kerumunan massa yang dikhawatirkan dapat menularkan COVID-19.
“Meski demikian, RSUD kini telah membuka seluruh layanan poli yang beberapa bulan lalu sempat ditutup akibat masifnya penularan virus COVID-19 di Kota Bontang, namun pembatasan jumlah pasien per polinya tetap diterapkan oleh RSUD guna mencegah semakin banyaknya potensi penularan COVID-19,” jelasnya.
Penurunan jumlah kunjungan pasien di RSUD Taman Husada Kota Bontang juga turut membuat pendapatan RSUD mengalami penurunan. Meski demikian, dr. Niken enggan membahas hal tersebut dan meminta Tim Liputan PKTV untuk mengkonfirmasi hal tersebut ke bagian keuangan.
Sementara itu, berdasarkan data Tim Gugus COVID-19 kota bontang, hingga 01 November 2020 jumlah kasus positif COVID-19 di kota bontang menyentuh angka 1.039 kasus dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 799 kasus dan pasien yang meninggal dunia sebanyak 24 kasus.
Laporan: Sary | Faisal
