Bontang. Dalam upaya mengatasi kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami deficit, Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bontang, akan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perpajakan.
Dijelaskan pelaksana tugas (Plt) Kepala DPPKA Bontang, Amiluddin, hal ini menjadi salah satu upaya jitu yang dapat dilakukan pemerintah saat ini. Disamping melakukan pemangkasan alokasi anggaran yang dianggap belum prioritas terlaksana disetiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Salah satu cara optimalisasi sektor pajak, dengan memberlakukan sistem jemput bola pembayaran ke setiap wajib pajak, baik pajak bumi dan bangunan , maupun retribusi hotel dan reklame.
“ Dalam waktu dekat ini kami juga akan mulai mencari sumber PAD baru, seperti dari café, rumah makan, angkringan, dan parker,” papar Amiluddin.
Upaya ini menurut Amiluddin juga dilakukan sebagai upaya untuk melepaskan ketergantungan terhadap dana bagi hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat yang mengalami penurunan. Sehingga berimbas pada anggaran Kota Bontang yang turut merosot.
“ Makanya kami akan memaksimalkan potensi PAD dari berbagai sektor, sehingga bisa lebih ditingkatkan,” tandasnya. (*)
Laporan : Sary & Rahma
Editor : Maya Ch
