JAKSA ITU SAHABAT MASYARAKAT
Dalam menjalankan peran di masyarakat, Kejaksaan Negeri Bontang juga melakulan terobosan dalam sistem pemahaman dan pelayanan hukum. Anang menyatakan, saat ini Kejaksaan bukan hanya menangani perkara. Kejaksaan membuka ruang layanan hukum bagi masyarakat serta melayani pengaduan melalui Bidang Pidana Umum, Bidang Perdata, dan Bidang Intelijen.
Seperti halnya Program Pidum yang berupa pengembalian barang bukti setelah perkara berkekuatan hukum tetap. Kejaksaan akan memanggil yang bersangkutan untuk mengambil barang bukti dan jika tidak berkesempatan datang, Kejaksaan akan mengantarkan langsung kepada alamat pemilik.
Selain itu, program inovasi internal Kejaksaan menggunakan metode arsip digital untuk surat-surat dan data administrasi Kejaksaan sudah mulai berjalan.
Tak tertinggal, Kejaksaan Negeri Bontang senantiasa berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya seperti Kepolisian dan Pengadilan. Kegiatan lainnya, seperti bakti sosial ke panti asuhan dan anak yatim hingga membentuk posyandu binaan menjadi program terobosan yang juga dilakukan Kejaksaan Negeri Bontang. Program-program itu disebut Anang sebagai Program Area Perubahan.
Khusus untuk perkara korupsi, Anang menyatakan tak ada ampun. Semua perkara korupsi akan ditangani dan, begitu diproses, akan langsung ditahan. Dengan begitu, Anang berharap dan berdoa Bontang ke depan dapat lebih baik dan lebih maju karena potensinya yang luar biasa, baik masyarakatnya yang heterogen dan pendidikannya yang cukup tinggi.
Dalam menjalankan visi misi kejaksaan, pihaknya juga berharap adanya kerjasama yang baik dengan masyarakat Bontang. Jaksa bukan sekedar aparatur Negara yang melakukan secara maksimal dalam penegakan hukum, akan tetapi jaksa juga merupakan sahabat masyarakat.
Diharapkan dengan adanya kerjasama yang baik, seperti halnya laporan dugaan terkait tindak pidana korupsi dari masyarakat, pihak kejaksaan dapat memproses dan menyelamatkan uang rakyat dari tangan para koruptor.
“Siapapun yang memegang amanah sebagai pimpinan pemerintahan maupun dewan, mudah-mudahan mereka sangat care untuk memajukan Bontang dan tidak mementingkan kepentingan pribadi dan golongan,” Anang Supriyatna.(*)
Laporan : Dwi Hendro & Rully
Editor : Revo Adi M