Bontang. Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Bontang membawa kabar gembira bagi para nelayan setempat. Aspirasi mereka untuk memiliki pabrik es dan cold storage akan direalisasikan pada tahun 2026. Bantuan ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan perusahaan-perusahaan di Kota Bontang.
Dalam kunjungannya, rombongan Komisi IV DPR RI, yang membidangi pertanian, kelautan, dan kehutanan, meninjau program ketahanan pangan Presiden Prabowo di daerah. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh nelayan Bontang untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi mereka, yaitu pembangunan pabrik es dan cold storage berkapasitas 10 ton untuk menyimpan hasil tangkapan ikan.
Anggota Komisi IV DPR RI, Dadang M. Naser, menyambut baik permintaan tersebut. Ia menyampaikan fasilitas ini sangat penting bagi nelayan agar tidak tertinggal dengan negara lain. Ia pun memastikan bahwa pihaknya akan bersinergi dengan KKP, Pemprov Kaltim, dan perusahaan di Bontang untuk merealisasikan pembangunan tersebut.
“Bantuan-bantuan untuk keperluan kapal tangkap ikan berupa cold storage dan pabrik es sudah selayaknya ada agar tidak ketinggalan dengan negara lain,” ucapnya
Menanggapi kabar baik ini, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyatakan akan segera mengambil langkah konkret. Ia berencana untuk segera mengajukan proposal kepada KKP agar aspirasi para nelayan dapat segera terwujud pada tahun 2026.
“Kami akan segera mengambil langkah memasukkan proposal pengajuan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan agar segera merealisasikan aspirasi para nelayan di tahun 2026 mendatang,” ungkapnya.
Pembangunan pabrik es dan cold storage ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan di Bontang, membantu menjaga kualitas ikan hasil tangkapan, serta mendukung program ketahanan pangan nasional.
