Baznas Samarinda Salurkan Zakat Produktif Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik

Samarinda. Upaya pengentasan kemiskinan di Kota Samarinda terus diperkuat melalui program zakat produktif yang digulirkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Samarinda. Bantuan tersebut disalurkan kepada warga Kecamatan Samarinda Ulu sebagai bagian dari langkah pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik.

Baznas Kota Samarinda menyalurkan zakat produktif kepada enam penerima manfaat yang telah dipilih dari total dua puluh usulan setelah melalui proses asesmen dan verifikasi ketat.

Bantuan yang diberikan meliputi tiga jenis usaha rintisan, yakni ZMart (toko sembako kecil), ZDrink (usaha minuman berbasis teh dan kopi), serta ZPT atau Zakat Productive Tools, berupa gerobak usaha siap pakai untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Ketua Baznas Kota Samarinda Ahmad Syahir menjelaskan, seluruh alat usaha diproduksi menggunakan bahan lokal sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem ekonomi mandiri di masyarakat. Selain modal usaha, para penerima bantuan juga akan mendapatkan pendampingan intensif selama tiga bulan pertama dari tim Baznas dan komunitas Gerakan Kemandirian Rakyat.

“Pendampingan ini mencakup pelatihan berjualan, promosi melalui media sosial, hingga pengelolaan keuangan sederhana. Bantuan zakat produktif tidak berhenti pada pemberian modal semata, tetapi juga pembinaan dan evaluasi agar usaha penerima bisa tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri. Ia menilai, zakat produktif merupakan langkah efektif untuk menekan angka kemiskinan ekstrem melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi.

“Ketika masyarakat dibekali alat usaha dan pendampingan yang tepat, maka kesejahteraan mereka akan meningkat. Program ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi lokal,” ujarnya.

Ke depan, Baznas Kota Samarinda berencana memperluas penyaluran zakat produktif ke kecamatan lain. Dengan memanfaatkan potensi produk lokal dan pembinaan berkelanjutan, program ini diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa zakat bukan hanya membantu, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah secara mandiri.

Writer: Axl Ardiansyah