Bontang Akan Terapkan Sistem Pengelolaan Sampah Modern ala Pulau Jeju

Bontang. Upaya Kota Bontang untuk meningkatkan pengelolaan sampahnya kini memasuki babak baru yang modern. Bontang akan mengadopsi sistem “rumah bersih” yang telah terbukti berhasil di Pulau Jeju, Korea Selatan, berkat inisiatif kuat dari Pemerintah Kota Bontang sendiri dan dukungan dari lembaga internasional.

Kerja sama penting ini berawal dari proposal yang diajukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang melalui forum United Cities and Local Governments (UCLG) Asia-Pasifik. Forum yang diakui PBB ini menjadi jembatan komunikasi yang mempertemukan Bontang dengan Provinsi Otonomi Khusus Jeju.

Proposal dari Bontang berhasil menarik perhatian tim dari Jeju, yang melihat keseriusan Pemerintah Kota dalam menangani masalah sampah. Sebagai tindak lanjut, pada September 2023, tim dari Jeju International Development Cooperation Center (JIDCC) dan Korea International Cooperation Agency (KOICA) mengunjungi Bontang untuk melakukan survei. Selama kunjungan tersebut, mereka sangat mengapresiasi kebersihan kota dan melihat Bontang sebagai mitra yang ideal untuk proyek ini.

Proyek ini akhirnya terpilih sebagai bagian dari kontes bantuan pembangunan resmi KOICA, menjadikannya model kerja sama internasional pertama yang memperkenalkan sistem ‘rumah bersih’ khas Jeju di luar Korea.

Selama lima tahun ke depan, proyek ini akan menerima investasi sebesar 12,8 miliar won (sekitar Rp 145 miliar). Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur kunci, termasuk sistem pemilahan sampah terpisah di setiap rumah tangga dan fasilitas pengolahan limbah makanan yang mampu memproduksi biogas.

Dengan penerapan sistem modern ini, diharapkan Kota Bontang dapat mengoptimalkan pengelolaan limbah, mengurangi dampak lingkungan, dan menciptakan kota yang lebih bersih serta berkelanjutan, mencontoh kesuksesan yang telah dicapai oleh Pulau Jeju.

Sumber: Jeju Broadcasting (via Naver News) dan PPID Kota Bontang.