Uncategorized  

Bontang Disebut Kota Termahal, Walikota Neni Pertanyakan Data BPS

Bontang. Ditetapkannya Bontang sebagai kota termahal di Kalimantan Timur berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, langsung menuai respon Walikota Neni Moerniaeni.

Mantan Anggota DPR RI ini mempertanyakan data BPS atas ketetapan tersebut, mengingat harga kebutuhan di Bontang tak jauh berbeda dengan daerah lainnya di Kalimantan Timur.

“Saya jelas mempertanyakan dasar penilaian yang digunakan BPS Kaltim sehingga menetapkan Bontang sebagai kota dengan biaya hidup termahal,” ungkapnya.

Menurut Neni, berdasarkan data Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) Kota Bontang, ada sejumlah barang kebutuhan pokok yang harganya sama dengan di Samarinda dan Balikpapan. Diantaranya gula pasir, bawang, dan telur. Sehingga aneh rasanya ketika Bontang ditetapkan sebagai kota termahal.

“Makanya saya ingin tahu apa dasar Bontang dikatakan kota termahal. Toh banyak harga kebutuhan yang sama persis dengan harga di Samarinda dan Balikpapan,” tandasnya.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur menetapkan Bontang menjadi kota termahal, mengalahkan Kabupaten/ Kota lainnya di Kaltim seperti Samarinda dan Balikpapan.

Hal tesebut digambarkan melalui pengeluaran Per Kapita Disesuaikan (PKD) yang ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan paritas daya beli. BPS Kaltim merilis, rata-rata PKD Bontang mencapai 15,98 Juta per tahun.

Jumlah tersebut mengalahkan kota maju lainnya seperti Samarinda yang hanya mencapai 13,85 juta, serta Balikpapan 13,7 Juta per tahun.

Selain PKD, penetapan Bontang sebagai kota termahal dilihat dari tingkat harga barang, dengan rata-rata pengeluaran tiap warga Bontang mencapai 1,6 Juta. Hal ini dipicu tingginya harga barang, terutama bahan pangan dan kebutuhan pokok.(*)

 

Laporan : Sary & Aris

Exit mobile version