Bontang. Bontang kembali meraih penghargaan bergengsi di bidang lingkungan yakni penghargaan Adipura untuk yang ke-10 kalinya. Selain adipura, penghargaan lain yang turut ditorehkan yakni Nirwasita Tantra Green Leadership untuk Wali Kota dan ketua DPRD Bontang atas partisipasinya dalam pengelolaan lingkungan.
Bontang menyabet ajang bergengsi di bidang kebersihan setelah upaya pengelolaan lingkungan dan sampah mendapat poin lebih dari kementerian. Penghargaan adipura yang ke-10 ini berhasil dipertahankan Pemkot Bontang sejak 2008 lalu. Pemkot Bontang dianggap sukses menciptakan kebijakan yang pro terhadap lingkungan, salah satunya pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah terpadu.
Wali kota Neni Moerniaeni mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak atas diraihnya prestasi membanggakan yang tidak semua kabupaten kota di Kalimantan Timur dapat meraih predikat tersebut.
“Adipura ini akan menjadi motivasi untuk dapat lebih menjaga lingkungan, salah satunya dengan program kali dan laut bersih yang akan diterapkan nantinya,” menurut Neni.
Bahkan untuk lebih menjaga lingkungan pemerintah juga telah mengeluarkan perwali untuk mengurangi penggunaan sedotan dan sampah plastik.
Dikatakan wali kota, bahwa poin tertinggi kembali diraihnya adipura yakni Bontang memiliki tempat pemprosesan akhir sanitary landfill yang tidak dimiliki oleh kabupaten kota lainnya di Kaltim.
“Kota Bontang bisa menerima 4 penghargaan sekaligus namun karena keberadaan sapi di TPA sehingga Bontang tak mendapatkan penghargaan pengelolaan sampah terbaik,” ujar Neni.
Setibanya di Bontang piala Adipura tersebut pun langsung diarak dengan konvoi berkeliling di sepanjang jalan protokol Bontang dengan mengambil start dari Tugu selamat datang dan finish di rumah jabatan Wali Kota pada Selasa (15/1/2019). (*)
Laporan: Yulianti Basri
