BPBD Ungkap Kronologi Tenggelamnya Kapal Wisata di Perairan Bontang Kuala

Bontang. Kapal yang membawa rombongan wisatawan asal Samarinda tenggelam di perairan Bontang Kuala, Selasa (11/8/2026) sore. Kapal tersebut sebelumnya tengah membawa penumpang kembali ke Pelabuhan Bontang Kuala setelah kapal wisata yang mereka gunakan mengalami kerusakan mesin di tengah laut.

Kepala BPBD Kota Bontang Usman, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail Abdullah, menjelaskan, insiden terjadi saat proses evakuasi rombongan wisatawan menuju daratan.

Menurut Ismail, kapal lain datang memberikan pertolongan setelah kapal tour guide yang membawa rombongan mengalami gangguan mesin. Seluruh penumpang kemudian dipindahkan ke kapal penolong untuk dibawa kembali menuju Pelabuhan Bontang Kuala.

Namun dalam perjalanan, kapal penolong dihantam ombak besar. Air kemudian masuk dan membasahi bagian lambung kapal.

“Ketika ABK menyadari kapal mulai terisi air, ia langsung berinisiatif mengarahkan kapal ke area perairan yang lebih dangkal,” ujar Ismail, mengutip keterangan Kepala BPBD Kota Bontang.

Upaya tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan kapal. Debit air yang masuk semakin banyak hingga kapal tidak mampu lagi bergerak dan akhirnya karam di perairan dangkal pada koordinat 0°05’09.7″N 117°33’18.2″E.

BPBD Kota Bontang menerima laporan kejadian melalui Call Center 112 pada pukul 15.39 WITA. Tim kemudian bergerak menuju lokasi menggunakan speedboat untuk melakukan proses evakuasi. Dengan bantuan dua kapal nelayan setempat, seluruh penumpang berhasil dipindahkan dari kapal yang karam.

BPBD mencatat sebanyak 21 orang dalam kondisi sehat. Sementara empat orang lainnya mengalami trauma berat dan syok sehingga harus mendapatkan penanganan medis.

Keempatnya kemudian dibawa ke RS Amalia menggunakan mobil komando BPBD dengan pendampingan ambulans rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang.

Proses penanganan kecelakaan laut tersebut melibatkan BPBD, Disdamkartan, serta warga dan nelayan sekitar yang turut membantu proses evakuasi. Seluruh korban akhirnya berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan mendapatkan penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Exit mobile version