Bontang. Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang merilis, harga sejumlah komoditas di Bontang selama Agustus 2017 mengalami deflasi atau penurunan harga dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini menunjukan penguatan nilai tukar rupiah terhadap barang dan jasa di Kota Taman.
Dikatakan Kepala BPS Bontang Basiran Suwandi, berdasarkan survei gaya hidup yang menggunakan data inflasi kota Samarinda, pada bulan Agustus 2017 terjadi penuruhan harga komoditas sebesar 0,03 persen, pada dua komoditi. Yakni bahan makananan sebesar 1,13 persen, serta transportasi komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen.
Sementara berdasarkan tahun kalender mulai Januari hingga September 2017, masih terjadi inflasi komoditi secara umum sebesar 3,40 persen. Sumbangan tertinggi terjadi pada sektor perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 5,02 persen.
Lalu untuk kelompok makanan jadi seperti halnya minuman, rokok dan tembakau mencapai 3,46 persen. Begitupun kelompok sandang sebesar 3,08 persen, disamping transportasi dan jasa keuangan sebesar 3,51 persen. Ditambah kelompok bahan makanan lain sebesar 1 persen, serta pendidikan rekreasi dan olahraga sebesar 2,42 persen.
Sedangkan untuk perhitungan tahun ke tahun, dari Agustus 2016 hingga Agustus 2017 masih terjadi inflasi sebesar 4,28 persen, dengan rincian inflasi bahan makanan 0,64 persen, sandang 3,47 persen.
Kemudian makanan jadi seperti minuman, rokok dan tembakau sebesar 4,09 persen, pendidikan rekreasi dan olahraga 3,51 persen, perumahan listrik, air, gas dan bahan bakar 6,21 persen. Ditambah kesehatan sebesar 3,80 persen.
Dan sebagai penyumbang tertinggi inflasi ada pada transportasi, komunikasi dan jasa yang mencapai 6,56 persen.
“Meski begitu, inflasi tersebut masih terbilang rendah karena masih berada dibawah target nasional sebesar 5 persen,” kata Basiran. (*)
Laporan: Mansur
