Buaya Liar Masuk Permukiman, Disdamkar Samarinda Lakukan Evakuasi Dramatis di Bantaran Sungai Mahakam

Samarinda. Evakuasi seekor buaya liar sepanjang 1,5 meter berlangsung dramatis di bantaran Sungai Mahakam, kawasan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda. Buaya tersebut sempat meresahkan warga setelah kerap muncul di sekitar permukiman selama hampir sepuluh hari terakhir.

Proses evakuasi dilakukan oleh relawan pemadam kebakaran Posko 8 Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda, dibantu warga setempat. Petugas harus bekerja ekstra keras lantaran buaya terus berontak dan berusaha melarikan diri saat proses penangkapan berlangsung.

Setelah berhasil dijerat, mulut buaya diikat dan matanya ditutup menggunakan kain untuk mengurangi perlawanan. Reptil liar tersebut kemudian diangkat ke atas jembatan dan diikat dengan kuat agar tidak kembali membahayakan warga sekitar.

Sebelumnya, warga di sekitar Jembatan Mahkota Dua dibuat resah oleh kemunculan buaya liar yang sering berkeliaran di dekat permukiman. Bahkan, buaya tersebut dilaporkan sempat naik hingga ke dapur rumah warga saat air Sungai Mahakam pasang tinggi.

Komandan Regu 1 Posko 8 Disdamkar Samarinda, Slamet Agus Riadi, mengatakan proses penangkapan buaya tidak berjalan mudah.

“Selama kurang lebih sepuluh hari kami lakukan pemantauan, beberapa kali upaya penangkapan gagal karena buaya langsung menyelam dan menghilang saat akan didekati. Bahkan jerat yang kami pasang sempat tersangkut,” ujar Slamet.

Ia menambahkan, keberhasilan evakuasi tidak lepas dari kerja sama warga sekitar. Dimana dengan bantuan warga, buaya akhirnya bisa dikendalikan, mulutnya diikat dan matanya ditutup supaya tidak memberontak.

Setelah berhasil dikendalikan, buaya tersebut diamankan ke Posko 8 Disdamkar Kota Samarinda untuk menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Rencananya, buaya tersebut akan diserahkan ke kawasan Teritip untuk penanganan lanjutan.

 

Writer: Hendrikus Gantur