Bontang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang menetapkan Hotel Grand Mutiara sebagai lokasi debat perdana pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bontang pada Minggu (10/10/2024). Acara debat ini dijadwalkan berlangsung di Jalan Arief Rahman Hakim, Kelurahan Belimbing, dan akan disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi lokal PKTV serta kanal YouTube resmi KPU.
Ketua KPU Bontang, Muzarroby Renfly, mengatakan penetapan tempat debat bagi pasangan calon (paslon) telah disepakati bersama oleh seluruh pihak terkait. Kesepakatan ini diambil untuk memastikan pelaksanaan debat berjalan lancar dan sesuai dengan protokol serta kapasitas tempat. Muzarroby menegaskan bahwa jumlah undangan dari masing-masing tim pasangan calon dibatasi hanya 25 orang. Jumlah tersebut sudah termasuk pasangan calon itu sendiri. Pembatasan ini bertujuan untuk menghindari kerumunan yang berlebihan dan menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
“Undangan akan disesuaikan dengan kapasitas tempat. Pihak-pihak yang akan diundang meliputi, PJ Walikota, Forkompimda, KPU Provinsi, KPU Kota, Bawaslu, pers/media, tim perumus dan panelis, pimpinan perusahaan, serta pimpinan universitas/kampus di Bontang. Untuk undangan tim pasangan calon (paslon), akan diberikan kuota sebanyak 25 orang, termasuk paslon.,”
Debat perdana ini akan terbagi dalam enam segmen, yang diatur dalam Keputusan KPU Nomor 1363 Tahun 2024 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Kampanye Pilkada. Tema yang diusung kali ini adalah “Pembangunan Sumber Daya Manusia Kompetitif Menuju Kawasan Ideal dan Mewujudkan Bontang Sentosa 2025”.
Adapun enam segmen debat tersebut meliputi, Pembukaan, pembacaan tata tertib, serta penyampaian visi, misi, dan program kandidat, Pendalaman visi, misi, dan program oleh moderator, Pendalaman lebih lanjut oleh moderator, Sesi tanya jawab dan sanggahan antar pasangan calon, Lanjutan tanya jawab dan sanggahan dan Penutup dengan closing statement.
Masyarakat Bontang diharapkan dapat mengikuti jalannya debat ini melalui siaran langsung di PKTV, yang akan menjadi kesempatan bagi mereka untuk menilai program-program yang ditawarkan masing-masing pasangan calon demi kemajuan kota Bontang.
