Uncategorized  

Dewan dan Lurah Beda Pendapat Soal Kemacetan Di Lokasi Pembangunan BCM

Bontang. Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang dan Lurah Tanjung Laut berbeda pendapat terkait permasalahan kondisi lalu lintas di depan lokasi pembangunan Bontang City Mall (BCM).

Menurut ketua komisi III DPRD Bontang Amir Tosina, kedatangan pihaknya ke lokasi pembangunan BCM dilakukan menyusul dengan banyaknya keluhan masyarakat. Khususnya pengguna jalan, terkait kondisi lalu lintas di depan lokasi pembangunan BCM yang kerap mengalami kemacetan, terutama saat adanya aktivitas keluar masuk kendaraan material berat.

“Berdasarkan keluhan masyarakat kepada kami, kemacetan di depan lokasi pembangunan Bontang City Mall hampir setiap hari terjadi. Oleh karena itu kami meminta pihak kontraktor untuk mencari solusi agar kemacetan tidak kembali terjadi,” jelasnya.

Namun pernyataan Amir Tosina tersebut justru bertolak belakang dengan yang disampaikan oleh Lurah Tanjung Laut, Azidah. Menurutnya, sejak pembangunan BCM dilakukan, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi pembangunan terpantau normal.

“Kami bersama dengan pihak kontraktor kerap melakukan pengaturan lalu lintas. Selain itu, aktivitas pengangkutan material berat juga kerap dilakukan pada malam hari, sehingga tidak mengganggu para pengguna jalan lainnya,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Azidah mengaku kurang setuju dengan pernyataan Amir Tosina terkhusus untuk soal keluhan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan PT Brantas Abipraya Ibrahim, menyebut selama ini pihaknya melakukan aktivitas pengangkutan material berat sudah sesuai prosedur.

Adapun jika pengangkutan material berat harus dilakukan pada pagi hari, pihaknya turut memastikan jika pengangkutan dilakukan dengan mendapatkan pengawalan ketat dari instansi berwenang yakni dinas perhubungan hingga pihak kepolisian.

Laporan: Sary | Faisal

Exit mobile version