Bontang. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang dalam waktu dekat segera mengembangkan perpustakaan daerah menjadi perpustakaan digital, menggandeng PT Woolu Aksaramaya, salah satu perusahaan berbasis teknologi digitalisasi di Indonesia.
Upaya tersebut diawali pemaparan aplikasi perpustakaan digital berbasis media oleh CEO PT Woolu Aksaramaya Sulasmo Sudharno, di hadapan Walikota Neni Moerniaeni, duta baca Kalimantan Timur, serta berbagai perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bontang. Bertempat di ruang Multimedia Perpusda, Kamis, 30 Agustus 2018.
Pemaparan ini diharap dapat memberikan pemahaman kepada seluruh pihak terkait, tentang perpustakaan digital berbasis media yang rencanaya akan launching Oktober 2018 mendatang.
Dikatakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dobi Rizami, pengembangan perpustakaan digital berbasis media dengan “ibontang” ini, sebagai upaya optimalisasi pelayanan perpustakaan berbasis informasi sekaligus meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat, dengan mengikuti perkembangan teknologi informasi.
“Hal ini penting dilakukan, mengingat perpustakaan merupakan salah satu pusat informasi yang mempunyai tugas utama dalam menghimpun, memelihara, mengolah, dan menyajikan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat,” kata Dobi.
Sementara Walikota Neni Moerniaeni mengapresiasi upaya Perpustakaan daerah dengan aplikasi ini. Dirinya berharap hal serupa dapat turut dilaksanakan OPD Bontang lainnya, mengingat inovasi sangat penting guna perubahan yang lebih baik.
“Semoga inovasi ini mampu meningkatkan minat baca masyarakat Bontang, melalui kemudahan yang diberikan,” ujar Walikota.
Sekadar informasi, ibontang merupakan aplikasi sosial media berbasis komunitas, berisi konten berbentuk buku digital serta dilindungi, dan tidak bisa disebarluaskan kecuali izin pemerintah.(*)
Laporan: Mansur
