Bontang. Menjawab pertanyaan warga Kampung Mandar Loktuan, terkait instalasi pengolahan air limbah (Ipal) yang tak kunjung selesai, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bontang selaku pelaksana teknis, mengatakan jika mangkraknya proyek Ipal yang masuk dalam pengembangan program sanitasi perkotaan berbasis masyarakat (SPBM) itu, lantaran defisit anggaran yang dialami oleh Pemerintah saat ini.
Dimana proyek yang sejatinya merupakan bantuan Pemerintah Provinsi Kaltim pada tahun 2014 lalu itu, menelan anggaran mencapai 1,1 Miliar Rupiah.
Dikatakan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Kota Bontang, Edi Suprapto, sebelumnya Ipal juga telah dipasangi travo jaringan listrik, namun belum mendapatkan aliran dari PLN hingga saat ini.
Namun demikian, pengerjaan Ipal di target akan kembali berjalan pada awal tahun 2017 mendatang.
“ Kita saat ini terbentur defisit anggaran, kalau nggak Ipal sudah selesai dan bisa dimanfaatkan. Namun kami optimis tahun 2017 nanti akan diselesaikan,” jelasnya ketika dihubungi via selular, Kamis (8/9/2016).
Sebelumnya, warga mempertanyakan mangkraknya pembangunan Ipal di Jalan Kapal Layar RT 23 dan RT 24 Kampung Mandar, Kelurahan Loktuan yang telah mangkrak selama kurang lebih tujuh bulan. Bahkan warga menilai pembangunan terbilang mubazir, karena tak kunjung selesai. (*)
Laporan : Yuli & Nasrul
Editor : Maya Ch
