Bontang. Melalui video converence yang dilaksanakan di Gedung PSC pada Kamis (12/11/2020), yang dilakukan oleh Tim Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bontang, disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Bontang Bahauddin, saat ini Kota Bontang masih berperang dengan pandemi COVID-19 dimana hingga Rabu (11/11/2020) tercatat ada 1121 kasus.
“Dari 1121 kasus tersebut, 963 kasus atau sekitar 85,9% dinyatakan sembuh, 24 kasus akhirnya meninggal atau sekitar 2,1%, dan kasus yang masih aktif hingga saat ini ada 134 kasus atau sekitar 12%,” jelasnya.
Bahauddin mengatakan bahwa pandemi COVID-19 tidak hanya berdapak pada kesehatan masyarakat tetapi juga berdapak di segala sendi kehidupan, sosial, ekonomi, dan menggagu pelayanan di berbagai bidang. Oleh sebab itu diharapakan semua pihak dapat menyadari pentingnya protokol kesehatan agar pendemi COVID-19 dapat dicegah penyebaran di masyarakat.
“Masyarakat cendrung takut terhadap COVID-19, tetapi masih ada sekitar 17% dari masyarakat Indonesia yang tidak yakin terhadap keberadaan COVID-19 menurut data dari BPS tahun 2020,” ungkapnya.
Bahauddin berharap agar seluruh masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan yang telah disosialisasikan karena perjuangan kita membebaskan Indonesia dari COVID-19 masih panjang dan membutuhkan kerja keras dari kita semua, dan ihktiar yang harus dilakukan adalah melindungi diri, keluarga, dan orang-orang lain di sekitar kita dengan menerapkan protokol kesehatan.
“Dalam adaptasi kebiasan baru, interferensi pentahelix saat ini dipandang sebagai upaya efektif, dimana melibatkan 5 unsur yaitu pemerintah, swasta, media, akademisi, dan masyarakat secara masyarakat secara bersama-sama. Bahu membahu menyatukan tekad, gerak langkah, untuk mengakhiri pandemi COVID-19 ini. Perlu upaya keras dan sinergi dari kita semua melalui interferensi pentahelix yang kuat dan efektif,” pungkasnya.
Laporan: Rudy
