Bontang. Dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) di bidang olahraga, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Bontang menggelar Pelatihan Juri Senam Kreasi Daerah Tingkat Kota Bontang Tahun 2025, yang berlangsung di Hotel Tiara Surya, Jumat (7/11/2025). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 44 peserta dari berbagai latar belakang, seperti guru olahraga, instruktur senam, instruktur tari, dan penggiat olahraga. Pelatihan ini menghadirkan narasumber kompeten dari Ikatan Olahraga Senam Kreasi Indonesia (IOSKI) Pusat), yakni Rusdi Triyono dan Edy Prayitno.
Ketua IOSKI Bontang, Harumi Nisa, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan dan peningkatan kompetensi bagi para pelatih serta juri senam kreasi di daerah. Ia berharap melalui pelatihan ini, para peserta dapat memahami standar penilaian dan aturan teknis yang berlaku dalam penyelenggaraan lomba senam kreasi.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk memperdalam pemahaman tentang sistem penjurian, sekaligus mendorong lahirnya juri-juri berkompeten yang siap berpartisipasi dalam berbagai ajang senam kreasi,” ujar Harumi.
Sementara itu, Plt Kasubag Umum Disporapar, Spenpri, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah penting dalam memperluas wawasan serta meningkatkan kemampuan teknis para pelatih dan juri, sekaligus mendukung pengembangan olahraga berbasis budaya dan kreativitas di Kota Bontang.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin aktif berpartisipasi dalam pengembangan olahraga, sekaligus menjadikannya peluang ekonomi kreatif yang berakar pada budaya dan kebugaran,” ungkap Spenpri.
Kegiatan pelatihan juri senam kreasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak SDM olahraga yang berkompeten dan berdaya saing tinggi di Kota Bontang. Dengan meningkatnya kualitas juri dan pelatih, senam kreasi diharapkan semakin berkembang sebagai olahraga yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah.



