Kukar  

DISTANAK Kukar Mantapkan Peran Penyuluh Pertanian Lewat Rapat Teknis

Tenggarong. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rapat Teknis Penyuluh Pertanian di Ballroom Hotel Grand Elty, Tenggarong. Kegiatan ini dihadiri para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kukar dengan tujuan mengoptimalkan peran mereka sebagai ujung tombak pendampingan petani dalam meningkatkan produksi, produktivitas, dan kualitas hasil pertanian.

Rapat teknis yang mengusung tema “Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Program Swasembada Pangan” ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, didampingi Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong di hadapan peserta dan tamu undangan.

Menurut Sunggono, kegiatan ini sangat penting untuk menjaga sekaligus meningkatkan peran Kukar sebagai lumbung pangan nasional. “Selama ini Kukar berkontribusi lebih dari 47 persen kebutuhan pangan Kalimantan Timur,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kukar menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas utama sekaligus strategi transformasi ekonomi dari ketergantungan migas dan batubara menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan melalui pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Berdasarkan data BPS Kaltim 2024, luas panen padi di Kaltim tercatat 57.143 hektare, dengan kontribusi Kukar mencapai 26.744 hektare atau 46,8 persen. Produksi padi gabah kering giling Kukar bahkan mencapai 115 ribu ton, atau 50,7 persen dari total produksi Kaltim.

“Rapat teknis ini sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Kukar Aulia–Rendi 2025–2030, yakni ‘Kutai Kartanegara Idaman Terbaik’ yang berorientasi pada pangan, pariwisata, dan industri hijau,” jelas Sunggono.

Meski demikian, Sunggono mengakui jumlah penyuluh ASN masih terbatas. Untuk menutupi kekurangan, Pemkab Kukar telah merekrut sekitar 250 penyuluh swadaya dalam tiga tahun terakhir. Tantangan lain adalah regenerasi petani, mengingat mayoritas petani di Kukar saat ini berusia di atas 50 tahun, sementara jumlah rumah tangga petani terus menurun dalam dua dekade terakhir.

“Tanpa regenerasi petani, banyak lahan produktif berisiko menjadi lahan tidur dan produksi pangan akan terus menurun,” tegasnya.

Karena itu, Pemkab Kukar mendorong lahirnya kelompok tani milenial dengan modernisasi pertanian, mekanisasi, pemanfaatan teknologi, serta pemberian insentif modal usaha. Upaya ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun di sektor pertanian.

 

Writer: Fairuzz Abady