Bontang. Upaya untuk meningkatkan kompetensi pendamping anak dan perempuan terus digalakkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang. Memasuki hari kedua pelaksanaan pada Kamis pagi (18/6/2026), DP3AKB menggelar pelatihan Psychological First Aid (PFA) dan Self-Awareness yang bertempat di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Barat.
Pada hari kedua ini, para peserta disuguhkan materi mendalam mengenai konsep Self-Awareness atau kesadaran diri. Materi ini disampaikan langsung oleh psikolog dari Lembaga Psikologi Insan Cita, Laela Siddiqah. Pelatihan ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya mengenali emosi, potensi, serta batasan diri. Hal ini dinilai sebagai bekal krusial agar para pendamping mampu memberikan penanganan yang tepat dan efektif bagi anak dan perempuan yang membutuhkan layanan perlindungan.
Kabid Perlindungan Anak DP3AKB Kota Bontang, Hartoni, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas ini sangat penting agar pelayanan di lapangan menjadi lebih peka dan terukur.
“Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para pendamping dalam memberikan layanan yang responsif dan berperspektif psikologis di lingkungan masyarakat,” ucapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, Fais Abror, menjelaskan bahwa luaran yang diharapkan dari pelatihan ini adalah melonjaknya kesiapan serta keterampilan peserta dalam memberikan pendampingan yang tidak hanya tepat, tetapi juga penuh empati. Menurut Fais, ilmu yang didapatkan selama pelatihan ini tidak boleh mandek sebagai teori belaka, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata di berbagai sektor kehidupan sehari-hari.
“Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan ini saja, namun dapat diimplementasikan oleh peserta di lingkungan masing-masing, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Kami berharap keterampilan Psychological First Aid dan Self-Awareness ini dapat memperkuat upaya perlindungan anak dan perempuan serta mendongkrak kualitas layanan pendampingan di Kota Bontang,” terangnya.
Melalui sinergi pengetahuan psikologis dan komitmen para pendamping, DP3AKB Kota Bontang optimis dapat menciptakan ruang aman yang lebih responsif bagi kelompok rentan di Kota Taman.
