Bontang. DPRD Kota Bontang meminta Dinas Perhubungan (Dishub) memperketat pengawasan terhadap truk pengangkut material yang beroperasi tanpa menutup muatan menggunakan terpal. Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib, mengatakan material seperti koral yang jatuh dari bak truk dapat membahayakan pengguna jalan dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
“Banyak truk nakal yang belum menutup terpal sehingga koral-koralnya jatuh. Ini sudah berulang kali,” ujar Muhammad Sahib saat ditemui di Gedung DPRD Bontang, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor. Material yang jatuh ke jalan dapat membuat pengendara kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Ia secara khusus menyoroti kondisi di kawasan Tanjung Laut yang disebutnya telah berulang kali dikeluhkan masyarakat. Bahkan, kata dia, warga setempat sempat melakukan aksi protes terkait aktivitas truk yang dinilai membahayakan.
“Di daerah Tanjung Laut itu sudah berulang kali, bahkan masyarakatnya juga sudah berdemo. Memang ada truk-truk yang nakal dan tidak mengindahkan,” katanya.
Muhammad Sahib meminta Dishub tidak hanya melakukan penertiban secara insidental, tetapi menempatkan personel di sejumlah titik yang dinilai rawan. Menurutnya, keberadaan petugas secara langsung di lapangan akan lebih efektif untuk melakukan pengawasan dan memberikan teguran apabila menemukan pelanggaran.
“Komisi C meminta kepada Dishub untuk menempatkan orangnya di situ. Ada orang Dishub yang standby di daerah tertentu dan bisa menegur secara langsung,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, Komisi C DPRD Bontang sebelumnya telah beberapa kali mengundang Dishub untuk membahas persoalan tersebut. Namun, dalam rapat sebelumnya, Dishub menyampaikan keterbatasan personel menjadi salah satu kendala dalam pengawasan di lapangan.
Muhammad Sahib mengingatkan agar persoalan tersebut tidak dibiarkan hingga memicu tindakan masyarakat secara sepihak.
“Saya takut jangan sampai masyarakat yang mengambil tindakan-tindakan sendiri,” pungkasnya.
