DPRD Panggil Diskop-UKMP Terkait Isu Pungli Pasar Citra Mas

Bontang. Dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum pengelola pasar yang beredar di Pasar Baru Citra Mas Loktuan direspon oleh Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang dengan memanggil Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop-UKMP) untuk meminta klarifikasi. Pada pembukaan rapat kerja tersebut Sekretaris Komisi II DPRD Bontang Suharno langsung menanyakan kebenaran kabar yang mereka terima kepada kepala Diskop-UKMP Kamilan.

Suharno meminta penjelasan terkait kabar tersebut agar masyarakat mengetahui kebenarannya dan tidak menjadi isu miring bahkan fitnah. Dirinya menyarakan apabila memang isu itu tidak berdasar maka penyebar isu tersebut bisa dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Jangan-jangan memang ada yang menyebarkan isu saja dan akan menjadi fitnah ini kalau terus seperti itu. Apakah ini tidak dilanjut untuk dilaporkan agar tidak menjadi bola liar nantinya. Kalau memang tidak ada bukti ya laporkan saja,” tegasnya.

Menganggapi hal tersebut, Kepala Diskop-UKMP Bontang Kamilan mengatakan bahwa tidak ada pungli yang terjadi, dirinya menjelaskan bahwa pembayaran yang diminta hanyalah retribusi yang nilainya memang berbeda-beda. Dikatakannya bahwa ada kesalahpahaman yang terjadi dan disebar oleh orang-orang yang tidak paham soal retribusi tersebut, sehingga terjadilah isu pungli.

“Betul ada retribusi dan nilainya macam-macam, tergantung letak dan lain-lainnya. Cuman mungkin karena yang ngomong gak paham, sehingga itu dianggap pungli. Padahal setornya pada saat pengudian di depan banyak orang dan sekarang sudah masuk ke kas daerah,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam mengatakan bahwa mereka selalu mendengarkan aspirasi masyarakat, dan untuk meluruskan isu-isu yang beredar di masyarakat terkait Pasar Citra Mas Loktuan maka mereka memanggil Diskop-UKMP Bontang untuk mendapatkan penjelasan, dan setelah mendapatkan penjelasan tersebut maka dirinya berharap semua isu miring yang ada di masyarakat dapat diluruskan.

“Hari ini kami sudah mediasi dengan kepala dinas, dan tadi juga sudah disampaikan juga keluhan-keluhan serta aspirasi dari para pedagang sehingga ada beberapa opsi yang diberikan,” ucapnya.

Writer: Tim Liputan PKTV
Exit mobile version