Uncategorized  

Duduki Rumah Jabatan Walikota, Masyarakat Beri Waktu Pemerintah 1×24 Jam Turunkan Tarif Air

Bontang. Setelah mediasi akan tuntutan pembatalan kenaikan tarif air PDAM tidak dikabulkan Pemerintah Kota Bontang, para peserta unjuk rasa ini kemudian melanjutkan aksi di depan rumah jabatan Walikota Bontang, di Jl Awang Long Kecamatan Bontang Utara. Aksi unjuk rasa di depan rujab ini berlangsung mulai pukul 12.00 Wita.

Meski cuaca terik, tidak menghalangi aksi menuntut pembatalan kebijakan kenaikan tarif air. Dan masyarakat pun kembali menyuarakan aspirasi mereka dengan tetap meminta pembatalan tarif air dapat dilakukan pemerintah.

Namun akhirnya sekira pukul 14.30 Wita, massa mulai membubarkan diri dengan alasan memberi kesempatan kepada pemerintah untuk mengambil keputusan selambat-lambatnya 1×24 jam.

“Jika besok (Selasa 9 Mei 2017) pukul 12 siang pemerintah belum memberikan keputusan, kami akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih banyak,” ujar salah satu perwakilan aksi.

Baca Juga: Tolak Kenaikan Tarif PDAM, Ratusan Warga Gelar Unjuk Rasa

Sebelumnya, ratusan masyarakat Bontang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bontang Menggugat (AMBM), menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Bontang. Sebagai bentuk kekecewaan naiknya tarif air PDAM diatas 100 persen, yang dianggap memberatkan dan hanya menambah beban bagi masyarakat. Terlebih dalam kondisi perekonomian saat ini.

Bahkan mediasi yang dilakukan pemerintah bersama PDAM pun, untuk mengkaji ulang kenaikan tarif langsung ditolak masyarakat yang tetap menginginkan pembatalan tarif air PDAM.(*)

Baca Juga: Tarif Air Masih Dikaji, Masyarakat Mengaku Kecewa, Walikota Diminta Mundur

Laporan: Yulianti Basri