Bontang. Musibah banjir di penghujung bulan Ramadhan 1440 H menghantui warga Bontang. Intensitas curah hujan yang tinggi sejak beberapa hari yang lalu, kini menyebabkan sedikitnya 9 Kelurahan tenggelam dan melumpuhkan sebagian aktivitas warga. Mirisnya musibah yang kerap terjadi di setiap tahunnya ini, kini terjadi di penghujung bulan Ramadhan, tepatnya H-1 lebaran. Intensitas hujan yang cukup tinggi ditambah adanya banjir kiriman disebut–sebut sebagai penyebab banjir di kota Bontang.
Banjir yang mulai melanda bontang sejak Senin (3/6/2019) malam kemarin kini mulai melumpuhkan sejumlah titik dan merendam sedikitnya 9 Kelurahan. Ribuan warga Bontang dipastikan terkena dampak dari banjir yang masih terus menggenangi sejumlah wilayah hingga Selasa (4/6/2019) siang. Bahkan ratusan jiwa harus dievakuasi dari tempat tinggal mereka lantaran air yang terus naik dan mengancam keselamatan warga.
Berdasarkan video yang berhasil diambil oleh warga dan TNI, menunjukkan jika Kelurahan Guntung dan Gunung Telihan menjadi wilayah yang terkena dampak terparah dari musibah banjir ini. Hampir seluruh RT di dua wilayah tersebut terendam banjir, ironisnya ketinggian banjir di beberqapa titik bahkan telah mencapai leher orang dewasa dan menyebabkan akses listrik terputus.
KONDISI SALAH SATU SUDUT KELURAHAN TELIHAN YANG TERENDAM BANJIR (FOTO: DOK. KEL.TELIHAN)
Musibah banjir ini pun mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, jajaran TNI, dan Polisi. Mereka semua langsung turun ke lokasi untuk memberikan pertolongan dan melakukan evakuasi terhadap para korban. Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga merendam jalan raya sehingga beberapa akses jalan protokol terpaksa ditutup. Sehingga menyebabkan lumpuhnya aktivitas sebagian warga kota Bontang.
Warga yang menjadi korban bencana banjir berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan permasalahan yang selalu terjadi di setiap tahunnya ini, mengingat luapan banjir tidak hanya merusak rumah mereka namun juga perabotan dan barang – barang elektronik lainnya.
Bahkan di penghujung ramadhan ini, disaat sebagai warga disibukkan dengan persiapan hidangan menu buka puasa hingga hidangan lebaran dan ibadah, para warga yang menjadi korban bencana banjir ini justru sibuk untuk menyelamatkan diri dan keluarga mereka dari terjangan banjir.
Laporan: Tim Liputan PKTV