Uncategorized  

Evaluasi ke Ditjen Migas, Pemkot Bontang Minta Kontraktor Jargas Diganti

Bontang. Salah satu perhatian khusus Pemerintah Kota Bontang terkait penambahan jatah 5.000 jaringan gas rumah tangga dari Kementerian ESDM pada tahun ini, diantaranya permintaan penggantian kontraktor pengerjaan galian, yang dinilai tidak professional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Bontang Basri Rase, yang mengaku terus melakukan komunikasi intens dengan Kementerian ESDM, melalui Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).

Menurutnya, Pemerintah akan meminta Ditjen Migas untuk mengganti kontraktor proyek pemasangan jargas yang saat ini dikerjakan PT Torindo Utama Sakti, agar 5.000 sambungan rumah baru yang akan mulai dikerjakan Maret 2018, bisa digarap lebih baik dan maksimal.

Baca Juga: Tambahan Kuota 5.000 Sambungan Jargas Siap Dipasang

Jika melihat hasil kerja kontraktor jargas yang saat ini, sudah sepantasnya Kementerian ESDM kata Basri, melakukan evaluasi kinerja. Terlebih penggarapan proyek 8.000 sambungan jargas yang kini berjalan di 11 Kelurahan sejak 2017 lalu, kerap mendapat keluhan masyarakat.

“Setiap bulan kami selalu berkomunikasi dengan Ditjen Migas, saat ditanya bagaimana Torindo (kontraktor jargas) ini, saya katakan kerjanya amburadul dan tidak professional. Banyak sekali keluhan masyarakat,” kata Basri, saat ditemui Rabu (14/2) lalu.

Hal ini pun tambah Basri, menjadi bahan evaluasi utama yang akan disampaikan Pemkot Bontang ke Kementerian ESDM, agar tidak ada lagi keluhan yang terus terjadi saat proyek jargas diteruskan.

“Saya akan sampaikan kesana (Ditjen Migas) untuk segera dievaluasi,” tandasnya.

Seperti diketahui, proyek galian jargas di sejumlah wilayah Kota Bontang sejak 2017 lalu, banyak menuai kritikan masyarakat. Pasalnya, pasca proses penggalian banyak lubang dan tumpukan tanah yang dibiarkan begitu saja, sehingga lingkungan menjadi kotor dan kumuh, akibat tumpukan tanah yang meluber sampai ke badan jalan.

Baca Juga: Galian Jargas Dikeluhkan Warga, DPRD Panggil Kontraktor

Bahkan hal ini pun menjadi evaluasi DPRD Kota Bontang, dengan memanggil PT Torindo Utama Sakti selaku kontraktor serta PT Bontang Migas dan Energi (BME). Dan dalam kesempatan itu pun, perwakilan Torindo mengaku siap mengembalikan kondisi jalan seperti semula, saat seluruh pengerjaan galian selesai dilaksanakan.(*)

 

Laporan: Sary | Faisal

Exit mobile version