Bontang. Rencana pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan memicu perhatian serius DPRD Kota Bontang. Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, menegaskan bahwa pemadaman ini bukanlah masalah lokal Kota Bontang, melainkan dampak dari pengaturan sistem kelistrikan terintegrasi di seluruh lintas Kalimantan.
Pemadaman serentak tersebut dipicu oleh pekerjaan pemeliharaan jaringan (maintenance) skala besar dan proses overhaul pada sejumlah unit pembangkit yang berlangsung secara bersamaan. Kondisi ini mengakibatkan defisit daya yang memaksa PLN melakukan pengaturan beban di berbagai daerah.
“Harapan kami masyarakat Kota Bontang bersiap-siap mengantisipasi pemadaman ini. Karena pemadaman ini bukan hanya Kota Bontang, tetapi terjadi di lintas Kalimantan,” tegas Rustam.
Merespons keluhan massal dari masyarakat, DPRD bersama Pemerintah Kota Bontang langsung melakukan koordinasi ketat dengan manajemen PLN. Dari pertemuan tersebut, PLN berkomitmen untuk mempercepat proses perbaikan guna memangkas durasi pemadaman. Rustam juga menuntut PLN untuk membuka informasi secara transparan mengenai progres perbaikan di lapangan agar publik mendapatkan kepastian.
Guna mengantisipasi risiko kerusakan alat elektronik dan kelumpuhan aktivitas harian akibat tegangan yang tidak stabil, Rustam memberikan sejumlah panduan taktis bagi masyarakat. Ia meminta warga untuk aktif memantau jadwal pemadaman resmi dari PLN melalui media massa, media sosial, hingga grup WhatsApp RT, serta segera mencabut sambungan perangkat elektronik yang tidak digunakan sebelum pemadaman dimulai. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mengatur manajemen aktivitas rumah tangga maupun usaha dengan menyesuaikan jadwal pemadaman demi menekan kerugian ekonomi.
“Saya minta masyarakat ikuti jadwal yang sudah dikirim di forum-forum RT. Dengan kesiapan matang, kita bisa meminimalkan risiko kerusakan dan gangguan aktivitas,” pungkas Rustam.



