Uncategorized  

Hari Terakhir Pencarian, Keberadaan Nelayan Hilang Masih Misterius

Bontang. Pencarian Daroini alias Roni, nelayan yang dikabarkan hilang sejak Selasa malam 6 Desember 2016 lalu belum juga ditemukan. Bahkan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Polairut, dan Basarnas Kutim bersama TNI Angkatan Laut yang menyisir perairan hingga kearah Sangatta, tidak juga membuahkan hasil.

Dijelaskan Kepala BPBD Bontang Ahmad Yani, mengatakan pihaknya telah berupaya maksimal melakukan pencarian hingga jarak 16 mil laut. Hingga akhirnya pencarian terpaksa dihentikan setelah memasuki hari ke tujuh.

Hal ini kata dia, sesuai standart operational procedure (SOP) menurut undang-undang nomor 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan, pasal 34 ayat 1, menyebutkan bahwa pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama tujuh hari.

“Namun ini bukan berarti pencarian dihentikan begitu saja, kami akan terus berstatus siaga dan tetap melakukan monitoring,” ujarnya.

Atas kejadian ini, Ahmad Yani kembali ingatkan para nelayan, agar senantiasa berhati-hati dalam melaut. Telbih kondisi cuaca saat ini yang tidak bersahabat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (Bmkg) Balikpapan dan Jakarta pun telah mengumumkan gelombang yang terjadi saat ini sangat tinggi, ditambah angin kencang dan curah hujan.

“Bagi nelayan yang menggunakan perahu tradisional kami harap mewaspadai terjadinya badai akibat potensi terjadinya cuaca ekstrem. Sehingga kejadian seperti ini tak kembali terulang,” tambahnya.

Sebelumnya, kapal kayu sepanjang 9 meter terbalik pasca diterjang ombak di wilayah Kedindingan Selasa malam 6 Desember 2016. Peristiwa yang terjadi sekira pukul 21.00 Wita ini, mengakibatkan tiga nelayan menjadi korban dan dua diantaranya berhasil ditemukan selamat. Satu orang lainnya yang juga merupakan pemilik kapal, dinyatakan hilang hingga saat ini.(*)

 

Laporan : Yuli & Faisal

Exit mobile version