Bontang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang mencatat, hingga Oktober 2016 ditemukan sebanyak 43 penderita HIV/Aids baru, atau sebanyak 278 penderita jika ditotal secara keseluruhan di Kota Bontang. Jumlah itu terdiri dari 42 penderita virus HIV, dan satu penderita yang positif mengidap Aids. Keseluruhan penderita baru dalam catatan Dinkes berasal dari kalangan usia produktif.
Namun demikian, dari jumlah tersebut, 71 penderita diantaranya telah meninggal dunia. Kasus yang pertama kali mencuat di Kota Bontang sejak 2006 lalu, dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.
“Umumnya penularan HIV/Aids di kota Bontang disebabkan hubungan seksual, meskipun terdapat pula beberapa faktor lain,” terang Kepala Seksi P2P Dinkes Bontang Muhammad Ramsi.
Selain itu, dapat diketahuinya penambahan jumlah penderita ini kata Ramsi, disebabkan mulai tingginya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan. Hal ini pun diharapnya dapat terus dilakukan, agar dapat dilakukan pencegahan internal sejak dini.
“Setiap ada yang melapor dan melakukan pemeriksaan, kami selalu upayakan untuk pencegahan langsung sejak dini,” tambahnya.
Disamping itu, berdasarkan data epidemiologi (pola kesehatan dan penyakit), HIV/Aids di Kota Bontang sudah menunjukkan angka epidemi terkonsentrasi. Hal itu kata dia, dikarenakan virus ini mulai menyebar di kalangan ibu hamil, bahkan hingga ke sub populasi tertentu. Seperti kelompok LSL (lelaki suka lelaki), penasun, pekerja seks dan pasangannya, serta seberapa sering suatu penyakit atau kondisi terjadi pada sekelompok orang (prevalensi).
“Kondisi inilah yang terus kami sikapi agar HIV/Aids tidak semakin menyebar dan bisa ditekan. Jika bisa dikendalikan, secara otomatis angka prevalensinya akan menurun,” tutup Muhammad Ramsi.(*)
Laporan : Sary & Aris
