Bontang. Hujan deras yang mengguyur Kota Bontang sejak Senin malam menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Sedikitnya enam kelurahan terdampak, di antaranya Kelurahan Gunung Telihan di RT 10, Kelurahan Belimbing di Perum BTN PKT Cluster Dahlia, Kelurahan Api-Api di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Patimura, Kelurahan Gunung Elai di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Sempayang, Kelurahan Satimpo di Jalan Pisangan, serta Kelurahan Guntung yang mencatat lima RT terendam banjir.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (16/9/2025) pukul 10.00 WITA, wilayah Perumahan Bontang Permai menjadi salah satu titik banjir terparah dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Sejumlah warga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang karena air naik cukup cepat sejak pukul 21.00 WITA.
Salah seorang warga Bontang Permai, Junaedi, mengatakan air mulai masuk ke rumah sejak malam dan hingga pagi hari belum juga surut.
“Barang-barang di rumah banyak yang terendam karena tidak menyangka banjir akan setinggi ini,” ungkapnya.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang turun langsung meninjau lokasi banjir, menjelaskan banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Bontang.
“Turap yang sudah dibangun belum mampu menampung curah hujan yang cukup tinggi, sehingga air meluap ke pemukiman warga. Dalam waktu dekat, pemerintah akan segera melakukan pengerukan sedimen sungai untuk mengurangi risiko banjir,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan BPBD Bontang, Eko Mashudi, menyebut banjir masih terjadi karena pembangunan turap belum rampung 100 persen.
“Kami dari BPBD sudah menyiapkan perahu di beberapa kelurahan dan juga membuka dapur umum untuk warga terdampak. Kami mengingatkan agar masyarakat tetap waspada, karena potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi beberapa bulan ke depan,” jelasnya.
