Bontang. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pembangunan daerah harus memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pesan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Bontang, Senin (12/10/2026).
Mengusung tema “Bontang Berbenah, Bertumbuh, dan Berdampak”, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memastikan pembangunan memberikan perubahan positif bagi masyarakat.
Neni menjelaskan, berbenah mencerminkan upaya perbaikan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan infrastruktur. Sementara bertumbuh berarti meningkatkan kapasitas daerah, mengembangkan sumber daya manusia, serta mendorong perekonomian. Adapun berdampak menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari apa yang telah kita bangun, tetapi dari seberapa besar perubahan positif yang mampu kita hadirkan bagi kehidupan masyarakat Kota Bontang,” ujarnya dalam sambutan tersebut.
Ia juga menyoroti pentingnya kualitas aparatur sipil negara (ASN) dalam menerjemahkan kebijakan menjadi program yang efektif. Menurutnya, ASN harus mampu beradaptasi, bekerja profesional, berinovasi, dan menjaga integritas agar setiap kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Neni menegaskan, kinerja pemerintahan tidak cukup diukur dari banyaknya program yang terlaksana. Pemerintah perlu berorientasi pada hasil dan dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.
“Kita harus bergeser dari orientasi pada sekadar output, menuju outcome dan dampak. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan pemerintahan bukanlah seberapa banyak program yang kita laksanakan, melainkan seberapa besar manfaat dan perubahan positif yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Neni turut memaparkan sejumlah indikator pembangunan Kota Bontang berdasarkan data 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 83,04, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Kalimantan Timur sebesar 79,39 dan nasional sebesar 75,90.
Tingkat kemiskinan juga tercatat menurun dari 4,67 persen pada 2018 menjadi 3,21 persen pada 2025. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi sebesar 2,51 persen pada 2024 berbalik tumbuh 3,21 persen pada 2025 secara year on year.
Dari sisi pemerataan pendapatan, Gini Rasio Bontang berada pada angka 0,368. Capaian tersebut menjadi bagian dari gambaran perkembangan pembangunan daerah yang perlu terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin merata.
Selain indikator makro, Pemerintah Kota Bontang juga mencatat sejumlah penghargaan tingkat provinsi dan nasional sepanjang 2026. Di antaranya penghargaan bidang pembangunan sosial, Universal Health Coverage (UHC) Awards, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, serta penghargaan atas capaian penurunan pengangguran, akses dan kualitas layanan kesehatan, serta pengelolaan sampah dan lingkungan.
Pada bidang transformasi digital pemerintahan, Neni menyebut capaian Document Management System (DMS) Kota Bontang hingga Oktober 2026 mencapai 96,5 poin. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi di antara 46 instansi di Regional 8 Kalimantan dan menempatkan Bontang dalam 13 besar dari 653 instansi secara nasional.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir. Capaian yang diraih harus menjadi dorongan untuk meningkatkan standar kinerja dan menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, transparan, serta berkualitas.
Neni juga mengapresiasi peran Tim Sebelas yang telah memperjuangkan perubahan status Bontang dari kota administratif menjadi kotamadya. Ia menilai perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan Bontang hingga saat ini.
Di usia ke-27, Neni mengajak seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, dan warga untuk memperkuat kolaborasi serta semangat gotong royong dalam membangun daerah.
Menurutnya, kemajuan Bontang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, bukan hanya pemerintah. Kerja bersama diperlukan untuk menjawab tantangan pembangunan sekaligus mewujudkan visi Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan sebagai daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Bontang Berbenah, Bertumbuh, dan Berdampak” pun menjadi penegasan arah pembangunan yang ingin diwujudkan pemerintah daerah, yakni perbaikan berkelanjutan, pertumbuhan yang berkualitas, serta manfaat nyata bagi masyarakat.
Neni menutup sambutannya dengan mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT ke-27 sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan melanjutkan pembangunan demi masa depan Kota Bontang yang lebih baik.



