Uncategorized  

Imbas COVID-19, Cafe Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Bontang. Pasca melonjaknya kasus COVID-19 di Kota Bontang  serta anjuran untuk mengurangi aktivitas di luar rumah pada era adaptasi kebiasaan baru, membuat beberapa sektor usaha kuliner seperti kedai dan cafe mulai bangkit kembali dengan penyesuaian kebiasaan baru.

Berdasarkan imbauan pemerintah daerah mengenai adaptasi kebiasaan baru tersebut, kafe pun mau tidak mau mulai menerapkan protokol kesehatan ketat. Hal ini dilakukan agar dapat tetap produktif di tengah pandemi COVID-19, sekaligus mencegah dampak negatif yang bisa ditimbulkan.

Adapun salah satu kafe yang telah menerapkan hal ini yakni Sugar Rush yang mana sejak awal COVID-19 melanda Kota Bontang maret lalu, cafe yang beralamatkan di Jalan Pattimura ini, sudah menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penularan dan pencegahan COVID-19.

Menurut Owner Sugar Rush Muhammad Afifush, implementasi protokol kesehatan tidak hanya menjadi tanggung  jawab pemilik sarana saja, namun customer juga wajib mentaatinya. Di tengah pandemi ini.

“Sugar Rush sangat ketat dengan protokol kesehatan dan beberapa aturan ketika customer akan menyambangi cafe, seperti penggunaan masker hand sanitizer hingga pengecekan suhu tubuh,” ungkapnya.

Namun disamping fasilitas protokol kesehatan yang telah di sediakan, Afif mengaku dilema lantaran harus mendahulukan pembelian barang-barang lain di luar bahan makanan, seperti sabun cuci tangan dan hand sanitizer demi menjaga keamanan dan kenyamanan pelanggan selama berada di kafe.

“Sementara selama pandemi ini, omset kafe mengalami penurunan yang cukup signifikan. Terpaksa kami merumahkan karyawan, ntuk menjadi solusi terakhir yang dilakukan demi menekan biaya operasional,” jelasnya.

Kendala lainnya yang dirasakan Afif ialah menurunnya customer di masa pandemi, lantaran sejak April lalu jam operasional  sugar rush hanya melayani take away. Hal ini terus berlangsung hingga ditetapkannya adaptasi kebiasaan baru oleh pemerintah daerah beberapa waktu lalu.

“Saya berharap para pelaku usaha dan UMKM, khususnya di sektor kuliner mendapatkan perhatian lebih dan bukti nyata dari pemerintah daerah. Mengingat sektor kuliner menjadi salah satu sektor usaha yang paling terpukul selama adanya pandemi COVID-19,” pungkasnya.

Laporan: Tim Liputan PKTV

Exit mobile version