Uncategorized  

Ini Protokol Pelaksanaan Sholat Berjamaah Di Masjid Pada Tatanan Normal Baru

Bontang. Melalui Surat Edaran (SE) dengan Nomor : 400/700/Kesra.1, Wali Kota Bontang memberikan himbauannya untuk penerapan protokol pelaksanaan sholat berjamaah di masjid/ mushola pada tatanan normal baru (New Normal) yang ditujukan kepada seluruh Pengurus Masjid/Mushola se-Kota Bontang.

Tujuan dikeluarkannya SE tersebut adalah dalam rangka persiapan pelaksanaan adaptasi perubahan pola hidup tatanan normal baru pada situasi COVID-19 di Kota Bontang, khususnya dalam pelaksanaan ibadah sholat berjamaah di masjid/ mushola, dengan memperhatikan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Adapun 9 poin himbauan yang diberikan pada SE tersebut adalah sebagai berikut,

  1. Pengurus masjid/mushola wajib memperhatikan dan berkomitmen melaksanakan standar Protokol Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Rumah Ibadah di antaranya dengan menjaga kebersihan masjid/ mushola, melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala, dan wajib menyediakan tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun atau pun hand sanitizer.
  2. Sholat berjamaah yang dilaksanakan hanya dapat dihadiri oleh warga/ jamaah yang berada disekitar lingkungan di Masjid/ Mushola tersebut. Khusus bagi warga/jamaah yang baru melakukan perjalanan dari luar Kota Bontang yang rentang waktu perjalanannya kurang dari 14 hari tidak diperkenankan mengikuti pelaksanaan sholat berjamaah.
  3. Jamaah diminta untuk tidak membawa anak berumur dibawah 12 tahun.
  4. Jamaah harus dalam kondisi sehat. Pengurus masjid/mushola wajib mengukur suhu tubuh jamaah di pintu masuk, bagi jamaah yang suhu tubuhnya diatas 37,5 derajat celcius atau dalam kondisi sakit batuk/flu atau demam tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan sholat berjamaah, diminta untuk sholat di rumah dan segera memeriksakan diri ke fasililtas kesehatan.
  5. Jamaah dihimbau agar berwudhu dari rumah, mencuci tangan pada saat akan masuk, dan setelah keluar dari masjid/ mushola.
  6. Jamaah wajib menggunakan masker dan membawa perlengkapan sholat masing-masing.
  7. Jamaah wajib menerapkan prinsip physical distancing, dengan tidak bersalaman, berpelukan, dan mengatur jarak antar jamaah minimal 1,5 meter.
  8. Menghimbau kepada pengurus masjid/ mushola untuk membuka masjid/ mushola hanya untuk pelaksanaan sholat lima waktu/rawatib dengan rentang waktu 20 menit sebelum adzan sampai dengan 20 menit setelah selesai sholat.
  9. Pengurus masjid/ mushola dihimbau agar dapat menyediakan daftar hadir/absensi.

Laporan: Rudy