IWAPI Bontang Gelar Rakercab 2026, Fokus Penguatan SDM Produktif dan Inovatif

Bontang. Dewan Pengurus Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Bontang menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Tahun 2026 di Auditorium Taman 3 Dimensi, Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Pelaksanaan Optimalisasi Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Produktif dan Inovatif.”

Ketua DPC IWAPI Kota Bontang, Nurhasanah Syarif, menyampaikan bahwa Rakercab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk melakukan refleksi perjalanan organisasi, mengonsolidasikan kekuatan, serta merancang langkah konkret ke depan.

“Dalam setahun terakhir, IWAPI Bontang mencatat banyak kemajuan, khususnya dalam peningkatan kapasitas usaha anggota melalui berbagai pelatihan dan sinergi dengan mitra strategis. Di tengah tantangan ekonomi, banyak anggota mampu bertahan bahkan berkembang. Ini adalah bukti ketangguhan perempuan pengusaha,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa IWAPI tidak boleh berpuas diri. Tantangan ke depan dinilai semakin kompleks, mulai dari persaingan pasar yang ketat, percepatan transformasi digital, hingga dinamika regulasi yang terus berkembang.

Melalui Rakercab ini, IWAPI Bontang memfokuskan diri pada tiga agenda utama, yakni inovasi dan digitalisasi usaha, penguatan kolaborasi dan jejaring, serta pemberdayaan berkelanjutan bagi anggota, khususnya UMKM dan anggota baru yang sedang naik kelas.

“Dengan semangat gotong royong dan kepemimpinan yang adaptif, saya yakin tidak ada hambatan yang tidak bisa kita lewati. Perempuan mandiri secara ekonomi adalah pilar ketahanan keluarga sekaligus penggerak perekonomian bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD IWAPI Kalimantan Timur, Ernawati Gafar, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan guna memperkuat peran perempuan pengusaha di daerah.

“IWAPI adalah organisasi perempuan pengusaha tertua di Indonesia dengan usia 51 tahun. Sebanyak 85 persen anggotanya adalah UMKM. Karena itu, penguatan kapasitas, pelatihan, serta perluasan akses pasar harus terus dilakukan secara terencana,” ungkapnya.

Ia juga mendorong agar IWAPI Bontang aktif menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, perbankan, BUMN, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Selain itu, ia menyoroti pentingnya kurasi produk UMKM agar mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk hotel dan sektor pariwisata.

“Mari kita jadwalkan pelatihan UMKM secara berkelanjutan, baik di bidang kuliner, batik, maupun kerajinan. Produk anggota harus dibantu dari hulu ke hilir, mulai dari kualitas hingga pemasaran,” katanya.

Mewakili Wali Kota Bontang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dasuki, mengajak seluruh jajaran IWAPI untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Bontang dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan agar lebih inklusif dan resilien.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bontang telah menetapkan Gerakan Ekonomi Bontang sebagai salah satu program unggulan daerah dalam rangka membangun ekosistem kewirausahaan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Program ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan konkret, seperti Inkubator Bontang, fasilitasi pendanaan start-up UMKM, serta penciptaan wirausahawan baru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika pasar,” jelasnya.

Menurutnya, IWAPI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam penguatan ekonomi lokal, khususnya dalam pemberdayaan wirausaha perempuan yang tangguh dan mandiri.

“Marilah kita jadikan IWAPI sebagai taman tempat benih-benih usaha perempuan disemai, dirawat, dan ditumbuhkan bersama demi terwujudnya ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Rakercab DPC IWAPI Kota Bontang Tahun 2026 ini diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang realistis, aplikatif, serta berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan perempuan pengusaha dan pertumbuhan ekonomi Kota Bontang.