Bontang. Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim), Irjen Pol Endar Priantoro, meninjau langsung proyek percontohan industrial farming di kawasan Graha Mandala Lestari, Bontang Lestari. Kunjungan kerja ini dilakukan sebagai langkah nyata mendukung program nasional ketahanan pangan dan swasembada pangan berkelanjutan.
Saat ini, di atas lahan tersebut tengah dikembangkan komoditas pertanian secara masif yang mengintegrasikan sektor perkebunan, peternakan sapi dan kambing, serta budidaya ikan dalam satu siklus terpadu.
Dari total area yang ada, sektor pertanian jagung telah berhasil memanen 5 hektar lahan dengan hasil mencapai 6,5 ton, dari total target pengembangan 20 hektar lahan jagung dan 15 hektar tanaman hortikultura.
Proyek percontohan ini diinisiasi melalui kolaborasi erat antara Polres Bontang dan petani lokal. Irjen Pol Endar Priantoro mengapresiasi sinergi yang melibatkan lima unsur pemangku kepentingan, yakni pemerintah, petani/akademisi, kelompok tani dan masyarakat, UMKM (termasuk dukungan program Makan Bergizi Gratis), serta media massa, dengan dukungan dari Dinas Pertanian dan Bank BRI.
Dalam arahannya, Kapolda Kaltim menekankan pentingnya membangun siklus yang berkelanjutan dan saling menghidupi antar-sektor untuk menghadapi tantangan global, seperti ketidakstabilan ekonomi yang memicu kenaikan biaya logistik.
“Ketahanan pangan merupakan bagian penting bagi keberlangsungan kebutuhan nasional. Semua pihak harus bergerak bersama, dan di sinilah Polri mengambil peran untuk ikut mengawal dan membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia juga memetakan tantangan nyata pertanian di Kaltim, mulai dari jumlah kelompok tani yang relatif sedikit dibanding luas wilayah, hingga karakteristik struktur tanah yang memerlukan perlakuan khusus. Kendati demikian, Kapolda mengaku optimis melihat potensi yang ada di Bontang.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Graha Mandala Lestari, Kahar Kalam, saat ditemui tim liputan menyampaikan bahwa ke depan, kawasan Graha Mandala Lestari siap merealisasikan empat rencana pengembangan strategis, mulai dari diversifikasi ke peternakan ayam, modernisasi sarana prasarana dengan mesin modern, peningkatan SDM petani, hingga penataan kawasan menjadi destinasi agrowisata.
“Dukungan dari Kapolda, Polres, dan seluruh instansi ini membuat kami semakin optimis. Dengan kerja keras dan sistem terpadu ini, kami yakin Graha Mandala Lestari bukan hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan lokal Bontang, tetapi juga menginspirasi wilayah lain di Kaltim bahwa keterbatasan tanah bisa kita atasi bersama,” pungkasnya.



