Kapolres Klarifikasi Aksi Emosional Anggota Saat Hentikan Supir Ugal-ugalan

Bontang. Setelah video penindakan lalu lintas oleh anggota Satlantas Polres Bontang viral di media sosial dan menuai sorotan publik, insiden tersebut menjadi perbincangan hangat. Dalam video yang direkam pada Senin (21/7/2025) di kawasan Pasar Taman Rawa Indah itu, terlihat seorang anggota polisi bertindak emosional saat menghentikan pengemudi mobil pick-up yang berkendara secara ugal-ugalan.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (23/7/2025) di Aula Lantai II Wicaksana Laghawa, Polres Bontang. Ia menyatakan bahwa tindakan anggota yang bersangkutan dinilai berlebihan dan tidak mencerminkan pendekatan humanis yang seharusnya dijunjung oleh aparat kepolisian.

“Polres Bontang telah melakukan penanganan secara internal melalui Kasi Propam terhadap anggota yang bersangkutan. Kami mohon maaf atas insiden tersebut dan berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam setiap penanganan di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, pengemudi mobil pick-up berinisial AK (21) yang menjadi sasaran penindakan diketahui sebelumnya mengendarai kendaraannya secara ugal-ugalan dari arah Kelurahan Loktuan menuju pusat Kota Bontang. Dalam perjalanannya, AK nyaris menabrak sejumlah pengendara motor dan bahkan sempat menyerempet petugas kepolisian yang berupaya menghentikannya.

Setelah berhasil diamankan, AK menjalani pemeriksaan oleh kepolisian. Dari hasil tes urine, ia dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba. Namun, AK tetap dikenai sanksi tilang sebesar Rp1 juta karena tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan denda tambahan sebesar Rp500 ribu karena tidak dapat menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

AK juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakannya yang membahayakan pengguna jalan lain dan meresahkan masyarakat.

Peristiwa ini bermula dari kemarahan warga yang menyaksikan aksi ugal-ugalan AK di wilayah Loktuan, yang hampir mencelakakan sejumlah pengendara. Warga kemudian melakukan pengejaran dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Anggota Satlantas yang menerima laporan segera bertindak untuk menghentikan kendaraan pelaku.

Kapolres Bontang berharap insiden ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak, baik masyarakat maupun aparat kepolisian, agar tetap menjunjung keselamatan dan profesionalisme dalam menangani situasi di lapangan.

 

Writer: Nazar
Exit mobile version