Uncategorized  

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Mengadakan Sharing Session ke Pupuk Kaltim

Bontang. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang diwakili oleh Musdalifah Machmud selaku Deputi Bidang Koordinasi Pangan Dan Pertanian bersama Director Cocoa Sustainablity  Partnership Wahyu Wibowo, mengadakan kunjungan dan sharing session ke PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) pada Jumat (24/1/2020).

Rombongan sharing session tersebut diterima langsung oleh jajaran direksi dan  manajemen Pupuk kaltim  di Ruang  Rajawali  Kantor Pusat Pupuk Kaltim, serta disaksikan langsung oleh Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman melalui teleconforce. Bakir melalui teleconference  tersebut menyambut baik adanya sharing session tersebut.

“Dengan adanya sharing session ini, berarti Pupuk Kaltim telah bisa memasarkan produk NPK khusus ke seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Di awal kegiatan, Direktur Komersil Pupuk Kaltim Gatot Gembiro Nugroho dalam sambutannya menyampaikan tentang keadaan Pupuk Kaltim saat ini dan harapan-harapan yang ingin dicapai di masa yang akan datang.

Selanjutnya pemaparan dilakukan secara lugas oleh Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Musdalifa Machmud. Dirinya menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk menciptakan  nilai tambah kepada skema subsidi pupuk yang ditetapkan melalui Kementrian Pertanian sehingga anggaran subsidi pupuk tidak menjadi sia–sia.

“Hal ini diutamakan  pada komoditas unggulan nasional yang berorientasi ekspor, sesuai rencana jangka panjang menengah 2020–2024 dan master plan kementerian,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Eksekutif Cocoa Sustanaibility Partnership Wahyu Wibobo yang turut hadir pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa melalui program yang dilakukan pemerintah ini bisa menjawab keraguan stakeholder kakao dan lsm dikarenakan pupuk kakao yang dihasilkan oleh pupuk kaltim memiliki kandungan nutrisi unsur hara makro dan mikro dalam rasio yang tepat.

“Hal ini juga merupakan terobosan baru dalam program pupuk bersubsidi yang sangat dibutuhkan oleh petani kecil,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Manager Partnership Pupuk Kaltim Muhammad Burmansyah, menjelaskan bahwa Pupuk NPK Formula Khusus Kakao  telah dirintis sejak Tahun 2017. Pada awalnya untuk sektor pupuk komersil namun dalam perkembangannya pada Tahun 2019, direspon oleh Pemerintah menjadi Program Pupuk Bersubsidi.

Upaya khusus tersebut merupakan hasil kerja sama kemitraan antara Pupuk Kaltim dengan PISAgro, CSP, dan Australia Indonesia Partnership for Promoting Rural Incomes through Support for Markets in Agriculture (PRISMA). Program tersebut bermula dari pembelajaran kemitraan hulu ke hilir di NTB untuk dikembangkan ke Sulawesi.

“Prestasi dan kepercayaan dari Pemerintah merupakan upaya khusus yang perlu terus dijaga dan dikembangkan oleh Perusahaan, sehingga merupakan strategi nasional yang produktif,” tandasnya.

Acara kunjungan dan sharing session tersebut ditutup dengan penandatanganan karung berisi pupuk NPK produk khusus oleh Musdalifa Machmud beserta jajaran direksi Pupuk Kaltim yang diwakili oleh Direktur Komersil Pupuk Kaltim Gatot Gembiro Nugroho. Dengan adanya penandatanganan ini menandai adanya kerjasama antara Pupuk Kaltim dengan pemerintah untuk menyalurkan pupuk khusus subsidi ke seluruh Indonesia.

Laporan: Tim Liputan PKTV