Bontang. Instalasi pembuangan air limbah (Ipal) di Jalan Kapal Layar RT 23 dan RT 24 Kampung Mandar, Kelurahan Loktuan, Bontang Utara disoal. Warga sekitar mempertanyakan pembangunan Ipal yang telah mangkrak selama kurang lebih tujuh bulan itu. Bahkan warga menilai pembangunan terbilang mubazir, karena tak kunjung selesai.
Ketua RT 23 Kelurahan Loktuan, Sutrisno, mengatakan progres pembuatan instalasi pengolahan air limbah yang dijanjikan memberikan banyak dampak positif terutama bagi lingkungan sekitar. Namun nyatanya usai dipasangi pipa pada awal tahun 2016 lalu, pengerjaannya ditinggal begitu saja tanpa ada kejelasan. Ia pun berharap pemerintah segera menyikapi penyelesaian Ipal diwilayahnya itu.
“ Kami hanya berharap pembangunannya cepat selesai dan bisa bermanfaat bagi masyarakat,”ujarnya.
Senada, Darmin Nasir, salah satu warga sekitar mengungkapkan jika lokasi pembangunan Ipal tersebut kerap digunakan remaja sebagai tempat melakukan hal-hal negatif. Darmin berharap hal ini bisa menjadi perhatian pemerintah, agar lokasi tersebut tidak lagi digunakan untuk hal menjurus pada kenalakan remaja.
“Saya sering temukan anak ‘ngoteng’ disitu, trus ngumpul-ngumpul gak jelas. Ditambah lagi bekas bungkusnya dibuang begitu saja disekitar Ipal,” jelasnya.
Dari pantauan dilapangan, tampak banyak coretan pada dinding ipal dengan tulisan dan gambar yang tidak senonoh. Termasuk sejumlah perangkat dan peralatan ipal yang hilang dan tidak berada ditempat semestinya. (*)
Laporan : Yuli & Nasrul
Editor : Maya Ch
