Kisah Supardi, Perantau Blitar yang Terbaring Sakit di Bontang

Supardi didampingi ketua Yayasan Pandu Qolby Bontang, Ratmi, di RSUD. (FOTO: Ist.)

Bontang. Supardi, seorang pria yang dikenal akrab dengan panggilan Parjo, kini membutuhkan uluran tangan kita. Bapak berusia 64 tahun asal Blitar, Jawa Timur, ini terbaring lemah di RSUD Bontang. Saat ini, beliau berada dalam penanganan serius oleh tim medis dari PSC Dinas Kesehatan dan Yayasan Pandu Qolby.

Supardi telah mengabdikan hidupnya di Bontang sejak tahun 1980. Beliau adalah seorang pekerja keras yang merintis kebun, pernah bekerja di perusahaan Hartoyo selama dua tahun, dan juga terlibat dalam proyek pengecoran jalan. Setelah puluhan tahun merantau, kini hati Supardi hanya memiliki satu keinginan: pulang ke kampung halaman, Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Blitar, untuk bertemu kembali dengan kedua orang tuanya, Bapak Keni Yoso dan Ibu Boitun (Bude Rebo), yang masih hidup.

Berdasarkan data yang ada, Supardi lahir di Blitar pada tanggal 13 Agustus 1961. Beliau memiliki satu orang anak bernama Mulyani. Meskipun sudah lama tidak berhubungan, keinginan kuatnya untuk bertemu keluarga menjadi motivasi terbesar.

Kondisi Supardi saat ini menuntut perhatian lebih, terutama untuk memfasilitasi kepulangannya. Bantuan apa pun, baik berupa dukungan moral maupun finansial, sangat berarti untuk mewujudkan impian sederhana beliau: kembali ke pelukan keluarga di masa tuanya.

Mari bersama-sama kita bantu Supardi agar bisa pulang ke Blitar. Bagi yang ingin memberikan bantuan, bisa menghubungi pihak-pihak terkait yang menanganinya, seperti PSC Dinas Kesehatan Bontang atau Yayasan Pandu Qolby. Setiap dukungan yang diberikan akan menjadi secercah harapan bagi Supardi dan keluarganya.