Bontang. Menindaklanjuti instruksi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo,Kodim 0908 Bontang akan menggelar nonton bareng film pengkhianatan G30S/PKI di lapangan Makodim Jl Awang Long Kelurahan Bontang Baru, pada Sabtu 30 September 2017 mendatang.
Berbagai elemen masyarakat pun mendukung kegiatan nonton bareng ini, terlihat melalui rapat kordinasi bersama Kodim 0908/BTG di ruang media center Makodim, Senin, 25 September 2017.
Diungkapkan Dandim 0908 Letkol Arh Gunawan Wibisono, selain atas intruksi Panglima TNI, salah satu alasan lain digelarnya nobar ini karena tingginya animo masyarakat akan film tersebut, bahkan telah terlaksana di beberapa tempat atas inisiatif masyarakat. Seperti perkampungan atas air Malahing saat karya bakti beberapa waktu lalu, SMPN 7 Bontang, Muara Badak dan Anggana, serta Koramil dan Babinsa di sejumlah wilayah.
“Film ini sejatinya perlu dipahami masyarakat, untuk mengingatkan kembali peristiwa kelam yang pernah dialmi bangsa Indonesia, dengan harapan tidak terjadi lagi dimasa mendatang,” ungkap Dandim Gunawan.
Pemutaran film ini pun mendapatkan respon positif dari berbagai pihak. Seperti halnya Lurah Gunung Telihan Viki Rizki Riadis, yang mengaku pihaknya pun akan akan mengelar nobar film yang sama pada Jumat (29/9) malam di halaman kantor Kelurahan Telihan.
Senada, tokoh agama Jamaludin yang juga Ketua DPD Hidayatullah Bontang mengaku warga Indonesia yang menganut Pancasila dan UUD 1945, maka bangsa Indonesia berhak menolak faham diluar dari Pancasila. Terutama komunisme yang menolak semua agama yang ada di muka bumi.
Begitupun Ketua Ika Pakarti Bontang Dasuki, yang menilai pemutaran film ini sangat penting untuk mengingatkan kembali tentang kekejaman PKI, yang menjadi cacatan kelam sejarah bangsa.
“Kami mengajak seluruh keluarga Jawa yang ada di Kota Bontang untuk dapat ikut dalam kegiatan nobar ini,” kata Dasuki.
Beberapa lembaga dan organisasi lainya turut menyampaikan dukunganya, dan siap mensukseskan nonton bareng yang dilaksanakan Kodim 0908 Bontang. Seperti halnya Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bontang, Yayasan Monamas, serta Organisasi Masyarakat dan OKP. Termasuk keluarga besar TNI, baik Pemuda Panca Marga (PPM) maupun Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan TNI-POLRI (FKPPI).(*)
Laporan: Mansur
