Bontang. Kebakaran lahan terjadi di kawasan HOP 7 Badak LNG Kelurahan Gunung Elai Bontang Utara, Jumat (18/1) malam, sekitar pukul 19.30 Wita. Hampir 5 ribu meter persegi lahan yang tepat berada di belakang kawasan asrama Rudal 002, hangus terbakar.
Dandim 0908 Bontang Letkol Arm Eko Pristiono, turun bersama puluhan personil Denarhanud Rudal 002 untuk membantu padamkan api.
Sulitnya akses menuju titik api, membuat Tim Pemadam Kebakaran (PMK) bersama TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), melakukan pemadaman secara manual menggunakan ember, beruntung pasokan air tak jauh dari lokasi lahan yang terbakar. Bahkan sebagian petugas turut memadamkan api menggunakan ranting pohon. Api berhasil dipadamkan sekira pukul 20.30 Wita.
Untuk diketahui, akses jalan menuju lokasi berupa jalan setapak berjarak 1 kilometer dari pemukiman warga, sehingga tidak memungkinkan dijangkau armada PMK.
“Kita turunkan 3 armada dengan 35 personel, tapi aksesnya sangat sulit. Terpaksa kita padamkan secara manual,” terang Ahmad Rivani Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Disdamkartan.
Dandim 0908 Bontang Letkol Arm Eko Pristiono, mengatakan Pihaknya langsung ke lapangan setelah mengetahui adanya titik api tak jauh dari Markas Denarhanud Rudal 002 Bontang.
Ia menduga kebakaran terjadi akibat Oknum tak bertanggungjawab, yang diduga meninggalkan titik api usai berkebun, pasalnya didapati beberapa bibit pisang yang baru ditanam.
“Ini sepertinya ada yang habis berkebun dan membakar sampah atau ranting pohon. Tapi lupa mematikan apinya. Ditambah angin kencang, dan menyebabkan kebakaran,” kata Dandim.
“ Saya dan teman-teman TNI turun langsung menangani, dan tidak mau membiarkan api merembet lebih jauh. Karena bisa menimbulkan dampak lebih besar,” sambungnya.
Area yang terbakar bagian dari 63 hektare lahan milik Yayasan LNG Badak, hal itu dibenarkan Staf Administrasi Yayasan LNG Badak Abdy, saat ditemui di lokasi saat kejadian. Abdy membenarkan, jika lahan tersebut merupakan lahan perkebunan.
“Memang ada beberapa petani yang diberi izin Yayasan menggarap lahan disini. Dari kejadian ini, nanti kita pastikan apakah petani tersebut berizin atau tidak,” papar Abdy. (*)
Laporan : Yulianti Basri
